Kapal Pesiar Dijadikan Hotel Terapung untuk Tamu MotoGP Mandalika

Lombok Barat (Lomboknews.my.id) – Uji coba MotoGP rencananya akan digelar tahun depan. Untuk menyambut perhelatan dunia ini, rencananya kapal pesiar akan dijadikan hotel terapung bagi tamu atau wisatawan yang akan menyaksikan MotoGP Mandalika 2021 mendatang.

Kepastian ini disampaikan pihak kapal pesiar ke Pelindo III Lembar. Demikian disampaikan GM Pelindo III Lembar Baharudin, akhir pekan kemarin. “Ya, kapal pesiar itu nanti akan jadi hotel terapung untuk menginap pada tamu MotoGP,”jelas dia.Iklan

Kesiapan mengenai kapal pesiar yang akan menjadi hotel terapung, jelas dia, ada regulasi pemerintah. Karena kapal pesiar sendiri singgah di Lembar. Artinya, kapal pesiar ini menjadi tempat menginap bagi para tamu yang datang. Hal ini akan mampu menghidupkan perekonomian di sekitar daerah pelabuhan. Tinggal bagiamana peluang ini ditangkap oleh masyarakat, desa dan Pemda.

Untuk kesiapan dari sisi pelabuhan, Baharudin mengatakan sudah bisa melayani. Tinggal fasilitas pendukung yang perlu disiapkan. Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid sudah turun mengecek areal parkir di Segentar Lembar. “Pak bupati sudah turun,”ujarnya.

Untuk kunjungan kapal pesiar, ada lima yang belum membatalkan kedatangan ke Lembar. Artinya, lima kapal pesiar ini sangat memungkinkan bisa masuk ke Lombok. “Lima kapal pesiar belum membatalkan kedatangannya,”ujar dia.

Sementara itu, kalangan DPRD Lobar meminta Pemda lebih mempersiapkan diri. Terutama dari sisi kesiapan kawasan wisata, akomodasi penginapan bagi tamu dan penonton yang rencananya akan menginap. Pasalnya, dari sisi kesiapan hotel saja masih terbatas. Sehingga pemda harus mendorong investor yang sudah diberikan izin segera membangun hotel. Selain itu, 57 desa wisata di Lobar harus dipersiapkan dengan maksimal agar bisa ambil bagian di MotoGP.

Baca Juga:  DPRD Minta Semua Daerah Lobar Dipasangi PJU

Anggota Komisi II DPRD Lobar yang berasal dari Sekotong, Abu Bakar mengatakan, idealnya potensi SDA yang dimiliki Lobar khususnya Sekotong-Lembar bisa dikelola dengan baik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Untuk hunian atau tempat menginap, jelas dia, ada klasifikasi, sesuai dengan target pengunjung.

Untuk target market tamu menengah ke atas, berbicara hunian, memang diakui kekurangan fasilitas. Sehingga hal itu menjadi alasan untuk menjadikan kapal pesiar sebagai hotel terapung. Jika target sasaran tamunya menengah ke bawah, maka harus diberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ambil bagian.

“Di sini perlu serius mempersiapkan desa wisata, bagiamana menyiapkan potensi wisata untuk menggaet tamu yang datang. Kalau market tamu menengah ke bawah, maka bisa disiapkan desa dikemas menjadi tempat menginap, bisa rumah warga. Di samping amenitas, atraksi, dan keamanan. Perlu diberikan kesempatan kepada masyakarat untuk ambil bagian,”sarannya.

Menurutnya, tamu juga akan realistis. Pasti akan melihat harga dan fasilitas. Karena itu, ia mendorong Pemda harus menyiapkan. Sehingga uang yang masuk bisa ditangkap oleh pemerintah dan masyarakat. Kalau hotel terapung sebagai tempat menginap, lalu apa yang bisa diperoleh Pemerintah dan masyarakat. Harus jelas, kata dia, regulasi Pemda untuk mendapatkan pemasukan dari sana.

Kalau pun berat membuat semacam homestay, maka bisa membuat semacam glamour camping. Boleh saja, penginapan memakai kapal pesiar tetapi perlu diatur jumlah tamunya dan ada kuota untuk hunian. Lalu ada alternatif atau rekomendasi bagi tamu bisa menginap di desa-desa wisata untuk memberikan dampak ke masyarakat.”Supaya jangan jadi penonton. Maka masyarakat harus disiapkan,”imbuh dia.

Anggota Komisi II DPRD Lobar, Abdul Majid mengatakan Pemda harus mengambil momentum untuk ambil bagian dari adanya KEK Mandalika. Apalagi ada rencana tahun depan uji coba Sirkuit Mandalika. “Kalau Lobar sekarang mau melihat itu sebagai momentum peluang di depan mata. Supaya tidak lose momentum maka harus segera mempersiapkan,”tegas Majid.

Baca Juga:  Pembangunan RTG Terhambat, Pemda Lobar Akui Ditinggal Oknum Aplikator Nakal

Politisi PPP ini mengatakan, Pemda harus segera melakukan koordinasi dengan pihak ketiga atau investor yang memiliki anggaran untuk melakukan terobosan, seperti pembangunan hotel dan fasilitas lain. Ia mendengar bahwa akan ada hotel terapung. Dimana nantinya kapal pesiar menjadi hotel tempat tamu-tamu MotoGP menginap.

Bagiamana langkah Pemda berkoordinasi dengan pihak terkait agar peluang ini bisa mendapatkan PAD. Karena kata dia, kalau membangun hotel dengan kondisi saat ini cukup kesulitan. “Tapi dengan adanya kapal pesiar menjadi hotel di sana nantinya untuk para tamu MotoGP, karena tempatnya di Lobar maka harus dikoordinasikan seperti apa kontribusi PAD bagi daerah,”jelas dia.

Pemda juga harus membenahi daya dukungnya, supaya orang tidak hanya menginap di sana. Pengunjung yang menonton MotoGP di Loteng, tapi menginap dan belanja di Lobar. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *