H Mohan Roliskana: Gagas Nama Jalan HL Mudjitahid di Mataram

MATARAM—NTB baru seja kehilangan sala satu putra terbaiknya. HL Mudjitahid, mantan  Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat meninggal dunia Sabtu (1/8). Jenazah dikebumikan Minggu (2/8) di pemakaman keluarga di Desa Kuripan, Lombok Barat Minggu (2/8) kemarin.

“Siapapun dia yang mengenal sosok Mamik Mudji pastilah sepakat, bahwa beliau adalah orang tua yang baik, selalu memberi nasehat, memotivasi, menginspirasi kita dan mengajarkan kita tentang semangat untuk selalui menjaga silaturahmi,” ujar Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kemarin

Bagi Mataram, HL Mudjitahid merupakan bapak perintis pembangunan. Ia merupakan sosok yang memulai penataan Mataram sebagai kota modern. Di masa kepemimpinannya jalan-jalan yang kini meghubungkan Mataram tertata dan diperbaharui.

Karena itulah H Mohan Roliskana mewacanakan pengabadian nama HL Mudjitahid sebagai nama salah satu ruas jalan utama di Kota Mataram. Menurutnya hal ini penting sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar almarhum membangun Mataram.

“Selaln itu agar kita tidak melupakan sejarah. Tidak melupakan teladan yang bisa menjadi inspirasi bagi kita yang muda dalam membangun Mataram di masa sepan,” ujarnya.

Menurut Mohan tradisi pemberian nama jalan untuk tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar bagi masyarakat patut dihidupkan. Sehingga sejarah tersebut tidak hilang begitu saja.

“Kita ingin ada pengingat untuk generasi mendatang bahwa kita punya local heroes  dengan jasa yang luar biasa seperti almarhum Mamiq Mudji,” tambahnya.

Dewan Beri Dukungan

Sejumlah anggota DPRD Kota Mataram mendukung penamaan ini.  Yakni  sebagai simbol penghormatan sekaligus penghargaan kepada peran dan jasa tokoh kharismatik itu.

“Sangat setuju,” kata Anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati, kemarin.

Politisi PDIP itu meminta pemerintah kota segera memilih dan menetapkan salah satu ruas jalan dinamai dengan nama Wali Kota Administratif Mataram itu. “Beliau wali kota pertama,” imbuhnya.

Baca Juga:  50 Desa di NTB akan Terima 10.000 Ekor Sapi Unggul

Anggota DPRD Kota Mataram lainnya, Ismul Hidayat menyarankan opsi mengabadikan nama Mamiq Muji tidak hanya ke nama ruas jalan. Tetapi dipertimbangkan untuk menamai bangunan ikonik milik ibu kota. “Mungkin untuk nama gedung,” katanya.

Politisi muda PKS itu menilai tidak ada alasan pemkot menolak usulan itu. Jasa-jasanya sangat besar di semua lini kehidupan warga kota. “Beliau tokoh Mataram yang sangat lengkap mulai dari tokoh birokrasi, ekonomi kerakyatan, tokoh agama beliau di ICMI, sampai tokoh budaya,” terangnya.

Politisi PKPI Kota Mataram Misban Ratmaji pun sangat setuju salah satu ruas jalan ibu kota dinamai “HL Mujitahid”. Anggota DPRD Kota Mataram itu menilai ini kesempatan warga kota terima kasih atas kerja kerasnya membangun Kota Mataram. “Beliau (almarhum Mamiq Muji, Red) mungkin tidak meminta, tetapi ini inisiatif kita sebagai bentuk terima kasih,” katanya.

HL Mujitahid, Wali Kota Administratif Mataram periode 1978-1989. Setelah itu menjabat sebagai Bupati Lombok Barat 1989-1999. Pada Sabtu 1 Agustus kemarin, pukul 14.57 wita wafat di RSU Provinsi NTB. Mamiq Muji menutup pengabdiannnya di usia 82 tahun. (zad/zul/r2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *