Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Lobar (Lomboknews.my.id)

hal tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah desa yang begitu gencar mengkampanyekan penerapan protokoler Covid-19 di tengah masyarakat.

“Untuk penerapan kampung sehat, masyarakat kami kooperatif terhadap kebijakan pemerintah daerah dan desa,” syukur Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa kepada Lombok Post.

Meski sempat kesulitan di awal, perlahan namun pasti masyarakat mulai paham dengan niat pemerintah desa yang gencar sosialisasi. Bagaimana masyarakat bisa menerapkan protokoler kesehatan untuk mencegah penularan wabah dalam setiap aktivitasnya.

Penerapan protokoler dilaksanakan dengan ketat. Di setiap gang dan pintu masuk ke desa disiapkan tempat cuci tangan. Warga luar desa yang mau masuk ke Desa Kebon Ayu diwajibkan menggunakan masker. Maklum, beberapa desa tetangga sudah terpapar wabah virus ini. Sehingga tidak salah pemerintah desa berusaha keras menjaga agar warganya tidak ada yang tertular.

“Sampai hari ini masyarakat mulai memahami pentingnya kesehatan denga memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan dengan sabun. Bahkan saling mengingatkan antar masyarakat,” ungkap Jumarsa.

Dalam kesehariannya, protokoler kesehatan jugq dilaksanakan dalam semua aktivitasnya. Mulai dari aktivitas perekonomian di pasar, hingga kegiatan keagamaan. Masyarakat Desa Kebon Ayu menjadi salah satu masyarakat yang manut dengan program Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru.

Itu sebabnya desa ini menjadi salah satu yang dipilih pemerintah kecamatan mewakili Kabupaten Lombok  Barat. Dalam penilaian Lomba Kampung Sehat awal pekan ini, ada beberapa potensi desa yang ditonjolkan di sini.

Di antaranya, Kebon Ayu menjadi salah satu sentra pengembangan jamur tiram. Kemudian, desa ini juga memiliki para perajin tenun khas Desa Kebon Ayu yang tak ditemukan di tempat manapun. Kemudian para pemuda juga dilibatkan dalam pengembangan BUMDes hingga pembuatan sablon baju kaos. Inilah yang dibina dan ditonjolkan menjadi keunggulan desa. “Kami berikan pelatihan pemasaran dan meningkatkan kualitas produksi mereka,” ujar Kades.

Baca Juga:  TGB dan Badruttamam Ahda Bertemu Bahas Pilkada Mataram

Manfaatnya begitu dirasakan oleh masyarakat setempat. Mereka tetap bisa bekerja dengan tetap menjaga kesehatan di tengah wabah pandemi Covid-19. “Bagi kami lomba kampung sehat ini memberikan dampak positif. Kami makin semangat membangun desa dan memunculkan hal positif yang ada dalam desa,” nilai Jumarsa.

Aktivitas masyarakat yang semula terdampak akibat wabah pandemi Covid-19 akhirnya berangsur normal kembali. Dengan masyarakat tetap mengikuti imbauan pemerintah menjalankan protokoler Covid-19. Yang terpenting, Desa Kebon Ayu masih zona hijau alias bebas Korona.

“Ini bukan masalah juara atau tidak. Apakah desa terpilih atau tidak yang jelas dampaknya (lomba kampung sehat) sangat terasa,” pungkas Jumarsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *