Jaringan Listrik Lombok Terganggu Layangan nyangkut

Mataram (Lomboknews.my.id) – Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Ia menyebut, akhir-akhir ini frekuensi gangguan di Lombok meningkat karena layang-layang tersangkut di jaringan. ”Dua bulan terakhir, sudah terjadi 26 kali pemadaman yang diakibatkan layang-layang tersangkut di jaringan PLN,” ungkapnya.

Dony menjelaskan, layangan yang nyangkut di jaringan bisa menyebabkan pemadaman karena saat suhu menjadi lembab, embun atau datang hujan, layang layang yang tersangkut dapat berubah menjadi bahan yang menghantarkan listrik. ”Ketika jaringan saling terhubung, maka dapat menyebabkan arus hubung singkat, yang mengakibatkan gangguan listrik,” jelasnya.

Karena itu, inspeksi kini rutin dilakukan. Hampir setiap hari mereka membersihkan layangan di jaringan. ”Dalam seminggu kami bisa menemukan 20-25 layang-layang yang berpotensi menyebabkan padam,” jelas Dony.

Sistem kelistrikan Lombok kini memiliki 104 jalur utama untuk menyalurkan listrik ke masyarakat. Total panjang jaringan distribusi 20 kV 6.500 kms dan panjang transmisi 150 kV 452,44 kms. ”Semuanya harus dipastikan bersih dari layang layang atau objek apapun yang dapat mengganggu pasokan listirk,” katanya.

PLN, lanjut Dony, dalam hal ini tidak bisa sendiri. Mereka perlu peran serta masyarakat. Salah satunya dengan tidak bermain layang layang di sekitar jaringan PLN. ”Selain berbahaya untuk diri sendiri, juga dapat mengganggu pasokan listrik untuk masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Aryadi mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga aset untuk kepentingan umum,  terutama listrik. ”Kalau listrik terganggu, aktivitas masyarakat juga terganggu,” katanya.

Baca Juga:  Update Covid 19 21 Oktober 2020, Bertambah 25 Kasus Baru, 42 Pasien Sembuh dan Satu Meninggal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *