Nurul Iqomah Harus Kerja Keras, Buru Tiket Olimpiade

Mataram (Lomboknews.my.id) – Persaingan memperebutkan tiket Olimpiade Tokyo 2021 di cabang olahraga panjat tebing sangat ketat. Dari zona Asia diberi kuota dua atlet. Ini berarti atlet panjat tebing NTB yang masuk dalam pelatnas panjat tebing Nurul Iqamah harus berjuang ekstra

”Memang berat persaingannya. Tidak hanya lawan atlet negara lain. Tapi Nurul juga bersaing dengan rekannya sesama atlet Indonesia,” ujar Pelatih Panjat Tebing NTB Ari Purnomo, Jumat (7/8) lalu.

Tiket ke olimpiade akan diperebutkan dalam satu kejuaraan. Kejuaraan ini seharusnya digelar 2020 di Jepang. Karena pandemi covid-19, kejuaraan ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Atlet yang menjadi pesaing utama Indonesia di kejuaraan tersebut ada tiga. Yakni Korea Selatan, China dan Iran. ”Sebenarnya Jepang yang paling berat. Tapi Jepang sudah lolos sebagai tuan rumah olimpiade,” katanya.

Ari menjelaskan, untuk olimpiade, Nurul punya peluang lebih besar dari atlet-atlet putri Indonesia lainnya. Karena nomor yang dipertandingkan di olimpiade yakni combined merupakan nomor spesialisasi Nurul. ”Dari enam atlet putri yang dipanggil pelatnas, lima atlet spesialisasinya di nomor speed,” tuturnya.

Dengan persaingan yang ketat tersebut, Nurul harus memaksimalkan nomor speed. Karena Nurul sudah punya kelebihan dari atlet lain di dua nomor lain yakni boulder dan lead. ”Combined itu merupakan gabungan dari tiga nomor tadi. Tinggal dimatangkan yang masih kurang saja,” jelasnya.

Pada Olimpiade Tokyo hanya ada dua medali emas yang diperebutkan yakni emas di kategori putra dan putri. Ini karena panjat tebing baru resmi dipertandingkan di Olimpiade Tokyo.

”Olimpiade selanjutnya ada rencana akan dipertandingkan empat nomor langsung. Speed, boulder, lead, dan combined,” tandasnya.

Baca Juga:  Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *