Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko Zona Merah

Mataram(Lomboknews.my.id) – Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Meski begitu lanjut dia, pihaknya tetap memberikan pelayanan dasar bagi siswa Kota Mataram dengan menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). “Ini tetap kita upayakan,” terang mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini.

Dia tak menampik pembelajaran daring dan luring tidak lepas dari kendala. Baik di guru maupun siswa. Bahkan beberapa orang tua memaksakan agar anaknya masuk sekolah dengan menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Menghadirkan anak sekolah kita belum bisa,” kata Fatwir usai melakukan rapat bersama DPRD Kota Mataram.

Kendati demikian, pihaknya akan menyiasati persoalan yang terjadi dalam pembelajaran sistem daring dan luring. “Ini akan terus kita evaluasi,” ungkapnya.

Dia memprediksi pembelajaran tatap di sekolah dilaksanakan Oktober mendatang. Itu pun harus ada instrumen yang akan diterapkan. Seperti gunakan masker, siapkan tempat cuci tangan, dan sebagainya.

“Jam masuk juga akan diatur,” terang dia. “Pembelajaran tatap muka di kota Mataram akan kita terapkan saat masuk zona hijau,” imbuhnya.

Ketua PGRI NTB Yusuf meminta agar guru lebih kreatif dalam menerapkan pembelajaran daring dan luring. Bila perlu semua siswa wajib mendapatkan materi pelajaran. “Jangan sampai ada siswa yang tak pernah mengikuti belajar mengajar di situasi sekarang ini,” kata dia.

Pada saat kondisi  inilah, kata Yusuf, para guru diuji kemampuannya mendidik siswa. Jangan hanya bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah saja. Namun bagaimana guru memiliki beban moral kepada anak didik. Menularkan ilmunya  kepada siswa di situasi sekarang. Entah itu dengan daring atau pun luring. “Kalau luring cari siswa di rumah agar mau belajar,” ungkapnya. 

Baca Juga:  Nelayan Ampenan Enggan Melaut Saat Cuaca Ekstrime

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *