Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Mataram (Lomboknews.my.id) -Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

“Kita sekarang tidak bisa jemput bola ke sekolah karena belum ada siswa masuk,” kata Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Mataram H Hasmin, Jumat (7/8)

Namun, dia meminta agar warga yang berusia 17 tahun dan belum memiliki e-KTP untuk segera datang ke Disdukcapil melakukan perekaman. “Berapa pun orangnya akan kita layani,” janji Hasmin.

Dia memprediksi pemilih pemula atau yang berusia 17 tahun pada 9 Desember sekitar lima ribu orang. Namun, untuk memastikan, ia berencana turun ke lingkungan. Ia akan koordinasi dengan kepala lingkungan terkait warga yang usianya 17 tahun dan belum memiliki e-KTP agar segera melakukan perekaman. Sehingga mereka masuk  Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). “Kita akan turun menggunakan protokol Covid-19,” terang Hasmin.

Sementara Kepala Disdukcapil Kota Mataram Chairul Anwar menuturkan, pihaknya akan tetap membuka pelayanan pada 9 Desember mendatang. Pelayanan seperti ini sudah diberlakukan pada Pilpres dan Pileg tahun lalu. “Biasanya warga yang belum memiliki KTP datang pagi saat pencoblosan. Jam 12 warga bisa mencoblos,” ungkapnya.

Chairul bisa saja memberikan surat keterangan (suket) kepada pemilih pemula. Namun ia enggan melakukan itu. Karena saat ini blanko e-KTP tersedia. “Sekarang kita endak mau keluarkan suket. Langsung KTP,” katanya. 

Baca Juga:  Hari Ini Perda Diketok, Tak Pakai Masker, Denda Rp500 Ribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *