300 hektar lahan di Lombok Timur diselamatkan dari ancaman Gagal Panen

Lotim (Lomboknews.my.id) – Petani  di Lombok Timur (Lotim) sedang resah karena lahan pertaniannya dilanda kekeringan. Mereka di bawah ancaman gagal panen.

Dinas Pertanian setempat memberikan solusi  melalui  Program Perubahan Dampak iklim (PPDI) yang didapatkan dari BPTP Provinsi NTB.

Menjawab   itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lotim Lalu Fathul Kasturi mengatakan, setiap petani  yang  terdampak kekeringan, melalui program ini bisa  melakukan pompanisasi untuk  menyelamatkan tanamannya.

“Setiap petaninya  diberikan stimulan berupa uang bensin sejumlah Rp 200 ribu per hektarnya sebagai ganti bensin,” katanya, Senin (10/8).

Pada program stimulan PPDI tersebut kouta untuk NTB sejumlah 500 hektre, sementara Lombok Timur sendiri  mendapatkan jatah sebanyak 300 hektare. Sasarannya kepada semua tanaman pangan yang terindikasi kekeringan atau kekurangan air.

” Yang terindikasi di Lotim lebih 300 hektare, tapi karena kita di kasih koutanya 300, kita sampaikan itu,” sebutnya.

Selain memberikan stimulan pada program PPDI, pihaknya juga telah membangun sumur bor untuk mengairi sawah  pada musim kemarau. Sedikitnya, telah dibangun 10 sumur bor di beberapa lokasi, adapun satu sumur bor bisa mengairi 5 hektare.

Fathul mebambahkan,  Petani agar  mengubah pola tanamnya, mengingat intensitas curah hujan di Lotim saat ini sangat kecil. Sebab  musim hujan turun Oktober – Maret. Sementara pada bulan April – September sudah memasuki musim kemarau.

“Untuk mengatasi dampak kekeringan ini kita harap petani untuk tidak merubah pola tanamnya,” tandasnya.

Baca Juga:  Lombok Tengah akan kembangkan Sapi Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *