Kasus Anak Gugat Ibu Kandung di PA Praya Masuki Tahap Mediasi

Loteng (Lomboknews.my.id) – Ketua Pengadilan Agama (PA) Praya, Baiq Halkiyah, S.Ag, M.H, menjelaskan, salah satu kasus gugat waris yang tengah diupayakan penyelesaian oleh PA Praya dan cukup menyita perhatian publik yakni kasus anak yang gugat ibu kandungnya terkait warisan tanah seluas 4,2 are, warga Kelurahan Semayan, Praya.

Kasus tersebut saat ini tengah dimediasi. Di mana para pihak, Selasa, 11 Agustus 2020, sudah dipanggil untuk mencari penyelesaian terbaik.

Dari proses mediasi yang dilakukan di PA, para pihak bersepakat untuk membuat kesepakatan bersama. Untuk selanjutnya akan disampaikan di hadapan hakim PA pada jadwal sidang Kamis besok.

“Tadi (Selasa kemarin, red) kita sudah memediasi kasus anak yang menggugat ibu kandungnya. Dan, disepakati para pihaknya akan membuat perjanjian yang nanti akan disampaikan ke Pengadilan Agama,” terang Halkiyah.

Dalam penyelesaian kasus gugat waris, pihaknya memang lebih mengutamakan pendekatan mediasi. Ketimbang penyelesaian melalui proses hukum. Langkah ini ditempuh guna meminimalisir polemik pasca putusan hukum.

“Hampir sebagian besar kasus gugat waris yang kita tangani diselesaikan melalui mediasi. Kecuali kalau tidak bisa diselesaikan lewat mediasi, baru melalui proses persidangan,” tandasnya.

Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masuk empat besar daerah dengan jumlah kasus gugat waris tertinggi di NTB. Bersama Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lombok Barat (Lobar) serta Kabupaten Bima.

Kepada wartawan, Selasa, 11 Agustus 2020, Baiq Halkiyah menjelaskan, rata-rata jumlah kasus gugat waris yang masuk di PA Praya per tahun bisa menyentuh angka hingga 90 kasus. Dan, tahun ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 50 kasus gugat waris.

“Di NTB, kita (Loteng) masuk empat besar daerah dengan jumlah kasus gugat waris tertinggi,” terangnya.

Baca Juga:  Kementan Jadikan NTB Prioritas Program Seribu Desa Ternak

Selain banyak, dari sisi kualitas kasus-kasus gugat waris yang ditangani PA Praya cukup tinggi. Dalam artinya, tingkat kesulitan termasuk sulit. Karena acap kali melibatkan banyak pihak. Jarang melibatkan dua pihak saja, seperti kasus-kasus gugatan perceraian. Sehingga terkadang butuh proses lama untuk bisa menyelesaikan.

Kemudian dari sisi jumlah objek yang digugat juga tidak kalah besar. Bahkan, pihaknya pernah menyelesaikan kasus gugat waris dengan luasan objek gugatan berupa tanah hingga ratusan hektar. Dengan melibatkan puluhan pihak terkait.

“Kualitas suatu kasus gugat waris itu bisa dilihat dari jumlah pihak yang terlibat serta tingkat kesulitannya. Kadang ada daerah yang jumlah kasusnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan Loteng, tapi tingkat kesulitan penyelesaian masih di bawah kita,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *