126 Hektar Lahan Pertanian di Kec. Seteluk Gagal Panen

Sumbawa Barat (Lomboknews.my.id) – 126 hektar lahan pertanian di Kecamatan Seteluk  dinyatakan gagal panen di musim tanam kedua. Tidak adanya hujan di wilayah setempat menjadi faktor utama dengan usia padi berkisar antara 90-105 hari. Daerah yang paling banyak terdampak berada di desa Air Suning dengan luas lahan mencapai  56 hektar.

“Laporan yang diterima dari PPL luas lahan tersebut sudah tidak bisa diselamatkan lagi meskipun dibantu dengan mesin air. Kondisi tersebut kembali diperparah dengan tidak adanya hujan di wilayah setempat sejak bulan April lalu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Distan) kepada Suara NTB melalui Kabid Tanaman Pangan Syaiful Ulum SP, Rabu, 12 Agustus 2020.

Jumlah ini juga kita prediksi akan terus bertambah karena hujan yang tidak kunjung turun masih terjadi hingga saat ini. Selain itu, tidak adanya sumber mata air yang bisa digunakan oleh para petani untuk mengairi lahan mereka menjadi faktor lainnya. Sehingga lahan tersebut tidak bisa diselamatkan, apalagi lahan di Kecamatan Seteluk rata-rata sifatnya tadah hujan. Pihaknya juga masih terus melakukan pendataan di lokasi lainnya untuk dibantu sebelum gagal panen melanda. Karena pengaruhnya sangat besar bagi pemenuhan pangan daerah. “Melihat kondisi alam yang terjadi saat ini luas lahan yang terancam mengalami gagal panen juga akan terus bertambah,” sebutnya.

Kondisi kekeringan yang terjadi saat ini juga dianggap sangat parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi dampak kekeringan sudah mulai terlihat sejak bulan April lalu tapi tidak bisa disikapi lantaran tidak adanya sumber mata air yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, pihaknya berharap kepada para petani untuk bisa melapor jika kondisi lahan pertaniannya sudah terlihat menguning supaya bisa ditangani sebelum semakin parah. Karena pada prinsipnya pemerintah tidak bisa mengambil tindakan jika tidak ada laporan. Apalagi jumlah PPL yang dimiliki saat ini juga masih sangat terbatas sehingga peran serta masyarakat sangat diharapkan. “Kami sangat kesulitan untuk menangani dampak dari kemarau ini jika tidak ada laporan. Makanya kami berharap kepada para petani untuk lebih proaktif melaporkan kondisi terkini yang mereka alami,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Subsidi Kouta Internet Bagi Guru dan Pelajar Disambut Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *