Fasilitas Umum Masih Jadi Kendala di Kawasan Pusuk Sembalun

Lotim (Suara NTB) – Kawasan Pusuk Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu kawasan destinasi wisata yang selalu ramai dipadati pengunjung. Terutama pada hari-Sabtu dan Minggu yang merupakan hari libur. Hanya saja, fasilitas di kawasan ini terbilang cukup minim. Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan lainnya menjadi keluhan para pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Dr. M. Mugni, S.Pd,M.Pd., mengakui fasilitas berupa MCK sudah ada terbangun di Pusuk Sembalun. Namun keberadaan air bersih yang tidak ada. Pasalnya, untuk air bersih ini harus didistribusikan dari Sembalun atau Lemor, Suela.

Beredarnya video pengunjung yang mengeluhkan ketersediaan air, Mugni memastikan jika pada saat itu air dalam proses pendistribusian dan belum sampai ke lokasi. “Ya itulah usaha kita sampai di sana. Air diangkut pakai mobil, kalau belum datang ya sabar. Jangan sedikit-dikit diviralkan,” sarannya.

Dalam pendistribusiannya pun, kata Mugni, pihaknya tidak bisa memaksa. Untuk bisa dibawa naik ke Pusuk Sembalun, harus menggunakan tong dan dijaga ketat dengan isi tidak terlalu banyak. Hal itu dikarenakan ketika di jalan yang menanjak, air yang diangkut justru jatuh dan berceceran di jalan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lotim, Royal Sembahulun, mengatakan untuk MCK di kawasan Pusuk Sembalun sudah ada. Yang belum ada berupa jaringan perpipaan airnya. Lumayan sulit mengalirkan air Pusuk Sembalun, karena posisinya di atas mata air. “Ada mata air yang bisa dialirkan ke sana. Namun ketika kemarau, airnya kecil dan tidak bisa mengalir,”terangnya.

Kendati demikian, kondisi itu sebenarnya mudah saja diatasi jika pengelolaannya profesional. Namun sejauh ini pengelolaan kawasan Pusuk Sembalun masih belum dilakukan secara profesional, termasuk masih ilegal secara aturan. Karena itu, ia mendorong pemerintah agar segera melegalkan dengan membangun kemitraan hutan, sehingga ada yang bertanggung jawab di lokasi tersebut. Yaitu pengelola harus mengedepankan service yang baik dengan memelihara sarana dan prasarana yang ada di sana.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Lombok Utara Mulai Menurun

Selaku pelaku wisata, Royal berharap ketersediaan air harus berlanjut. Apalagi terdapat pungutan di kawasan Pusuk Sembalun, mulai dari parkiran, tiket masuk bahkan masuk MCK itu sendiri. Semestinya pengadaan air tidak akan menjadi masalah meskipun dengan cara membeli air. Di samping itu, pemerintah juga perlu menyediakan tempat beribadah di kawasan Pusuk Sembalun. “Bangunannya juga sebaiknya disesuaikan dengan kultur alam, sehingga tidak terlalu kontras dengan alam yang ada,” sarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *