Lombok Tengah 16 Pilkades terancam ditunda lagi ?

Loteng (Lomboknews.my.id) – Surat dari Mendagari perihal permintaan Pilkades serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW) ditunda diperkirakan berdampak di Lombok Tengah. Pelaksanaan  16 Pilkades  yang sedianya  dilaksanakan 16 Agustus mendatang   terancam ditunda lagi, setelah sebelumnya ditunda akibat Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Jalaludin mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan keputusan terkait  surat Mendagri  yang dikeluarkan tanggal 10 Agustus itu.

“Kalau hal ini belum berani kami jawab, apakan akan ditunda atau tidak Pilkades 16 Desa tersebut,” ujar Jalaludin kepada wartawan, Rabu (12/8).

Memastikan itu,  Bupati Lombok Tengah telah bersurat ke Mendagri  untuk memohon agar Pilkades 16 Desa di Lombok Tengah  diizinkan untuk dilaksanakan. Mengingat semua tahapan Pilkades telah dilakukan, tinggal tahapan pemilihan yang direncanakan tanggal 26 Agustus 2020 mendatang.

“Kita telah bersurat untuk meminta ijin kepada Mendagri supaya Pilkades itu bisa dilaksanakan,” katanya.

“Setelah ada jawaban dari Mendagri baru bisa diputuskan,” pungkasnya.

Diketahui, 16 Desa yang akan melaksanakan Pilkades itu diantaranya, Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Desa Sepakek Kecamatan Peringgerata.

Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya, Desa Mangkung, Desa Bondir dan Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat.

Desa Mertak, Desa Pengegat dan Desa Gapura Kecamatan Pujut, Desa Beleka, Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur.

Desa Braim dan Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah.  Desa Karang Sidmen Kecamatan Batukliang Utara, Desa Darmaji Kecamatan Kopang dan Desa Pendem Kecamatan Janapria. 

Baca Juga:  Sepertiga Pasukan Amankan Pendaftaran Bapaslon di KPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *