Gaji Ke-13 ASN Dicairkan

KLU (Lomboknews.my.id) – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dijadwalkan mencairkan gaji ke-13 ASN lingkup Pemda KLU, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Nominal gaji ke-13 yang cair sebesar Rp 10.946.441.200,-.

“Insya Allah dicairkan hari ini (kemarin) dengan jumlah mencapai Rp10.946.441.200,- untuk penerima 2.613 orang PNS,” ujar Kepala BPKAD KLU, Sahabudin, S.Sos., M.Si., Kamis kemarin.

Ia menyebut, gaji ke-13 yang diberikan kepada PNS bervariasi menurut pangkat/golongan. Penerimaan tertinggi sebesar Rp 7 juta, dan terendah sebesar Rp 2,5 juta.

“Gaji ke -13 terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan baik fungsional atau pun struktural,” sebutnya.

Sahabudin menjelaskan, kebijakan gaji ke-13 sudah tercantum di dalam Undang-Undang APBN Tahun 2020 dan masuk di dalam formula Dana Alokasi Umum (DAU) daerah. Pelaksanaannya berdasarkan pertimbangan situasi yang ada dimana pada kondisi normal sebelum pandemi.

Gaji ke-13 kepada ASN umumnya diberikan pada bulan Juli. Namun karena pandemi, pemerintah pusat baru memastikan pencairannya pada bulan Agustus.

Dari penyampaian Kementerian Keuangan, kata dia, gaji ke-14 pada masa pandemi saat ini, bertujuan untuk meringankan biaya masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Juga sebagai stimulus agar terus menggerakkan roda ekonomi Indonesia, serta pemulihan ekonomi, sehingga terhindar dari resesi.

Pemberian gaji pensiun tunjangan ke-13 bagi ASN, TNI, Polri dan pensiunan diatur dalam PP nomor 44 tahun 2020. Diturunkan lagi ni pada Peraturan Menteri Keuangan sebagai petunjuk pelaksanaannya yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.05/2020. “Untuk pelaksanaan Pemda dilakukan melalui Peraturan Kepala Daerah,” imbuhnya seraya berharap adanya dampak ekonomi lokal dari alokasi gaji ke-13 tersebut.

Di Lombok Timur (Lotim), dana sebesar Rp43,7 miliar dicairkan untuk gaji 13 ASN. Dana ini diberikan kepada 9.700 ASN di seluruh Kabupaten Lotim. 

Baca Juga:  Seorang IRT di Lombok Timur Iris Urat Nadinya

“Kita sudah mulai mencairkan,” terang Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lotim, H. Hasni. Dikonfirmasi Suara NTB lewat sambungan telepon, Kamis (13/8) kemarin, Hasni menegaskan, gaji yang diterima ASN di semua jenjang kepangkatan ini tidak terjadi pengurangan. Semua ASN menerima sesuai haknya.

Meski di tengah pandemi Corona Viirus Disease (Covid-19), gaji 13 tidak sampai terpangkas. Seluruh ASN menerima gaji 13 tersebut tanpa ada potongan. Gaji 13 tersebut kata Hasni merupakan gaji yang dibayar sesuai dengan gaji pokok dan tunjangan jabatan.  “Kan sesuai dengan Peraturan Presiden,” tegasnya,

Sementara tenaga honorer sudah diberikan honor ke 13 yang dibayar pada saat Hari Raya Idul Fitri. Perolehan yang sama dengan ASN ini kata Hasni memang harus dipikirkan agar ada rasa berkeadilan. Diakui, adanya perbedaan perlakuan negara antara honorer dengan ASN ini harus dihilangkan agar tidak menimbulkan kecemburuan. Pemerintah akan berusaha untuk berbuat adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *