Sumur Kering, PDAM Macet, Warga di Kota Bima Krisis Air Bersih

Kota Bima (Lomboknews.my.id) – Warga di sejumlah wilayah di Kota Bima, salahsatunya Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat kini kesulitan mendapatkan air bersih. Selain sumur mongering, krisis air bersih juga lantaran macetnya air PDAM.

Ketua RT 04 Kelurahan Dara, Miskal SH, termasuk salahsatu warga yang sudah merasakan dampaknya. Bahkan kata dia, warga krisis air bersih tersebut sudah bertahun-tahun terjadi.

Karena menurutnya setiap musim kemarau sumur-sumur di wilayah setempat akan mengering. Disamping itu, krisis air bersih juga dipicu air PDAM yang kerap macet, padahal rutin membayar iuran setiap Bulan.

“Saat musim kemarau setiap tahun, sudah pasti warga Dara susah mendapatkan air bersih,” katanya. Menurutnya, kekeringan serta krisis air bersih setiap tahun tersebut, kerap dikeluhkan warga. Hanya saja, hingga kini belum ada penanganan efektif dan solusi dari Pemerintah Kota Bima.

“Pasokan air bersih dari BPBD juga masih sangat minim. Kadang datang sekali seminggu, kadang satu Bulan sekali,” katanya.

Miskal menjelaskan, untuk mencukupi kebutuhan air bersih setiap hari, warga terpaksa mengambilnya ke Kelurahan tetangga. Bahkan ada yang terpaksa membeli air isi ulang (galon). “Air yang diambil ini digunakan hanya untuk keperluan MCK,” katanya.

Terkait persoalan itu, Ia meminta Pemerintah Kota Bima melalui BPBD agar tidak menutup mata melihat warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sembari berharap air bersih dapat disalurkan setiap hari. “Harapan kami bisa dicarikan solusinya agar warga tidak lagi krisis air bersih,” harapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Bima, Ir. H. Sarafuddin MM, menegaskan pihaknya tetap menyalurkan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Termasuk di wilayah Kelurahan Dara.

“Distribusi air bersih untuk Kelurahan Dara dan Tanjung tetap diprioritaskan, karena dua wilayah terdampak kekeringan. Bisa 10 hingga 15 ribu liter setiap harinya,” katanya.

Baca Juga:  Jenazah Pasien Covid-19 Dikuburkan Biasa, Keluarga Terancam Sanksi

Sarafuddin mengaku, distribusi air bersih yang dilakukan oleh pihaknya selama ini, berdasarkan permintaan warga yang membutuhkan. Yang harus juga diketahui oleh Pemerintah Kelurahan setempat.

“Kalau ada warga Kota Bima yang kekurangan air bersih segera melapor ke Pemerintah Kelurahan atau mitra BPBD di Kelurahan yakni Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK),” katanya.

Karena menurutnya, laporan tersebut selanjutnya akan disampaikan ke BPBD baik lisan maupun tertulis, sehingga bisa dilakukan pendistribusian air bersih sesuai dengan permintaan. “Kita akan tetap salurkan air bersih berapapun banyak yang diminta, tapi minimal ada pemberitahuan biar kita bisa tahu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *