Walikota Mataram Ambil Sumpah 270 CPNS

Mataram (Lomboknews.my.id) – Sejumlah 270 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Lingkup Pemkot Mataram diambil sumpah jabatan pada Kamis, 13 Agustus 2020. Sebagai abdi negara diingatkan agar  kinerja tidak boleh kendor. Pandemi Covid-19 harus dimaksimalkan untuk meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati dalam laporannya menyampaikan, pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil (PNS) berdasarkan Undang – undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS sebagaimana telah diubah dalam PP 17 Tahun 2020. Serta, surat edaran Badan Kepegawaian Negara Nomor 10/SE/IV/2020 tentang pengambilan sumpah jabatan PNS selama status keadaan Covid-19.

Disampaikan Nelly, pengambilan sumpah CPNS menjadi hal yang sangat penting, sifatnya mengikat dan memaksa. Hal ini menjadi komitmen PNS bukan saja loyalitas pada organisasi perangkat daerah (OPD). “Pengambilan sumbah jabatan sangat sakral,” kata Nelly.

Dari 270 CPNS diambil sumpah jabatan paling banyak adalah tenaga pendidik 131 orang. 102 tenaga kesehatan dan 37 tenaga teknis. Dari pengangkatan terdapat 137 orang golongan III dan 27 orang golongan II. Disampaikan Nelly, pengambilan sumpah jabatan berbeda dari tahun sebelumnya. Di tengah pandemi dilaksanakan secara langsung dan virtual. “Jadi kita bagi di empat lokasi. 199 orang diambil sumpah jabatan secara virtual. Ada yang di Dikbud, Dikes, SMPN 6 Mataram dan Pendopo Walikota,” sebutnya.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan, pengambilan sumpah jabatan menandakan status CPNS akan berubah menjadi pegawai negeri sipil. Hal ini memiliki makna penting. Oleh karena itu, jangan sampai peralihan status tersebut mengubah mindset untuk mengendorkan kinerja. “Jangan gara – gara sudah purna jadi PNS yang dulunya rajin, malah malas bekerja,” katanya mengingatkan.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Dompu, Kapolres Khawatirkan Konflik Berawal dari Medsos

Penambahan 270 PNS seyogyanya dapat meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat sesuai bidang masing – masing. Walikota melihat tenaga kesehatan bertambah dan harus dimaksimalkan penanganan Covid-19. Di satu sisi juga diingatkan bahwa Mataram akan melaksanakan pesta politik. Diingatkan, ASN tidak boleh terlibat politik praktis. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *