Warga: Sepakat Tanah Wakaf Dikelola Pemda untuk Kawasan “Bike Park Internasional”

Lobar (Lomboknews.my.id) – Puluhan warga bersama Kepala dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Desa Meninting Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat sepakat tanah wakaf yang akan digunakan dan ditata menjadi kawasan taman bersepeda (Bike Park) Internasional di Desa Meninting Kecamatan Batu Layar dikelola Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar).

Kesepakatan ini diambil usai dilakukannya musyawarah yang dihadiri Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( Kadis PUTR)  Made Arthadana, Kadis BPKAD H.Fauzan Husniadi dan Ketua KONI NTB, bertempat di Aula Kantor Desa Meninting, Kamis, 13 Agustus 2020.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengatakan, ada dua aspek yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tanah wakaf tersebut yaitu aspek agama dan aspek negara.

“Setahu saya, dari segi  aspek agama tanah wakaf tidak boleh dijual. Demikian juga halnya dari segi aspek hukum negara. Jika tanah wakaf dijual maka akan dipidana, kalau tukar guling baru diperbolehkan dalam hukum negara,” terang Fauzan.

Ia juga menjelaskan, Kesulitan pemanfaatan tanah wakaf adalah tidak boleh membangun di sana. Maka solusinya adalah dengan mencari pihak ketiga. “Karena ini belum bersertifikat maka kita akan bantu penerbitan sertifikatnya. Untuk nama di sertifikatnya silahkan didiskusikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Meninting, H. Iskandar Zulkarnaen menyampaikan kesimpulan dari masukan dan kesepakatan warga yaitu mempersilahkan Pemkab Lobar untuk mengelola tanah wakaf tersebut dan diharapkan nantinya hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat meninting.

“Di dokumen, tanah wakaf ini tidak tertulis di aset Desa Meninting. Namun, di SPPT tertulis Hj Fauziah/ Wakaf, dengan luas tanah yang tercantum 1 hektar 7 are,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUTR Lobar, Made Arthadana mengaku sudah berkoordinasi dengan provinsi, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menyelaraskan. Dari rencana desain milik provinsi, bike park akan dibangun di atas tanah seluas 2,7 hektar. 

Baca Juga:  Tim Puma Polresta Mataram Tangkap Maling Sasar Ponsel Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *