Kembangkan Kendaraan Listrik, NTB Targetkan Produksi Onderdil Sendiri

Mataram (Lomboknews.my.id) – Pemprov NTB sedang fokus untuk mengembangkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Onderdil sepeda motor listrik seperti baterai dan dinamo yang sekarang masih didatangkan dari luar, nantinya akan diproduksi sendiri di NTB.

“Kita sedang bermitra dengan UTS (Universitas Teknologi Sumbawa), agar risetnya bisa menghasilkan baterai dan dinamo buatan NTB. Ini akan sangat menggairahkan industri otomotif yang ada di NTB,” ujar Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME dikonfirmasi disela-sela pameran produk permesinan IKM lokal di STIPark Banyumulek, Senin, 17 Agustus 2020 siang kemarin.

Nuryanti mengatakan, industrialisasi di NTB bukan hanya mimpi. Sumber Daya Manusia (SDM) terus dipersiapkan secara bertahap. Khusus untuk pengembangan sepeda motor listrik, sebanyak 10 orang dari seluruh kabupaten/kota di NTB telah dilatih. Mereka inilah yang menjadi embrio dalam pengembangan sepeda motor listrik di NTB.

“Ke depan khusus sepeda listrik Matric B, kita koordinasikan dengan PLN. Sehingga IKM di Bima, Kota Bima dan Dompu bisa memproduksi. Bimtek dan CSR PLN akan diarahkan untuk itu,” terangnya.

Dalam pengembangan sepeda motor listrik, kata Nuryanti memang ada investor yang berminat. Tetapi mereka menawarkan rangkanya dari luar kemudian dirakit di NTB. Menurutnya, model kerjasama seperti ini tidak bagus. Karena tenaga kerja yang terserap hanya untuk merakit.

“Yang perlu kita kembangkan mulai dari membuat rangka, itu kita sendiri. Kita sudah punya mesin CNC. Itu bisa untuk mendesain rangka dan bisa diproduksi dalam jumlah banyak,” katanya.

Ia menjelaskan, biasanya untuk membuat rangka sepeda, besi dipotong-potong dengan alat konvensional. Dengan adanya mesin CNC, desainnya tinggal digambar, kemudian besi-besi itu akan dicetak sesuai dengan rangka yang diinginkan.

Baca Juga:  Lama Terbengkalai Pulau Kecil di Lobar Diduga Dikuasai Perorangan hingga Perusahaan

“Tahun ini kita akan melatih SDM menguasai mesin CNC, menguasai mesin bubut, menguasai desain. Karena itu standar dasar membuat mesin. Sedang kita siapkan SDM-nya,” tambah Nuryanti.

Dikatakan, produk permesinan yang ada sekarang sebagian besar onderdilnya dibeli dari luar daerah. “Dengan adanya mesin CNC, insya Allah 2021, kita akan menghadirkan industri perkakas. Itu merupakan ibunya mesin. Mesin CNC pun sudah ada beberapa IKM yang buat. Tinggal kita manfaatkan ilmunya, magang tahun ini, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *