APBD Kota Mataram Defisit Rp75 Miliar, Ini Kata Walikota

Mataram (Lomboknews.my.id) – Pemkot Mataram mengalami defisit anggaran mencapai Rp75 miliar. Namun kekurangan anggaran dapat ditutupi melalui sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa). Hal ini dinilai tidak terpengaruh terhadap program pada organisasi perangkat daerah (OPD).

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan, pendapatan daerah maupun pembiayaan sebenarnya harus berimbang. Faktanya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mengalami defisit.

Defisit anggaran bukan berarti kita berutang. Dalam sistem anggaran ini tidak ada masalah, ujar Walikota Mataram, Selasa, 18 Agustus 2020.

Menurut Ahyar Abduh, dalam sistem anggaran defisit tidak masalah karena sudah memiliki ketentuan atau perhitungan persentase. Secara detail tidak disebutkan total defisit serta sumbernya. Hanya secara umum digambarkan bahwa kekurangan itu dapat tertutupi dari sisa anggaran pada APBD Murni 2019.

Ndak ada masalah, ucapnya.

Pemkot Mataram menyediakan anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 yang diambil dari anggaran refocusing mencapai Rp135 miliar. Sekalipun pendapatan sangat terpengaruh akibat Covid-19, tetapi pihaknya tidak pernah khawatir karena silpa yang besar.

Anggaran ini menurutnya, akan dimanfaatkan pada APBD perubahan untuk segera digunakan setelah penandatanganan kerangka umum anggaran dan plafon penggunaan anggaran sementara (KUA-PPAS). Saya sudah minta untuk segera dieksekusi anggaran itu, tegasnya.

Percepatan itu dimaksudkan agar APBD Perubahan segera selesai maka program dapat dilaksanakan secepatnya. Sehingga bisa selesai tepat pada waktunya. Di satu sisi, Ahyar juga menyampaikan bahwa PAD juga terdampak oleh Covid-19. Disebutkan, target PAD semula Rp415 miliar lebih, berkurang Rp75 miliar atau menjadi Rp340 miliar di tahun 2020.

Hal ini dipicu sumber pendapatan daerah lainnya tidak terserap maksimal. Pasalnya, hotel, restauran serta sektor usaha lainnya tidak beroperasi. Kondisi ekonomi masyarakat belum pulih menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan stimulus.

Baca Juga:  Randis Pemkot Diduga Banyak Belum Bayar Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *