Banana Boat dan Jet Sky Magnet Baru Bagi Pengunjung di Tanjung Bias, Pengelola Kerjasama dengan Pihak Ketiga

Lobar (Lomboknews.my.id) – Pengelola lokasi wisata Tanjung Bias Desa Santeluk kecamatan Batulayar kembali mengagas inovasi baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke tempat itu. Pihak desa dan pengelola menfasilitasi tambahan dua wahana seperti Banana Boat dan Jet Sky.

Tambahan wahana inipun sukses menggenjot pengunjung baik lokal maupun wisatawan asing ke lokasi wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) ini.

Selain menyediakan Banana Boat dan Jet Sky tersebut, wisata Tanjung Bias dari sejak dulu menyuguhkan fasilitas lain yang mampu memanjakan tamu seperti wisata berkuda, wisata Kano dan tak kalah menarik, pengelola juga membuat Wisata Pelangi Kampung Nelayan. Kepala Desa Santeluk Fuad Abdul Rahman menuturkan, dengan ditambahkannya wahana Banana Boat dan Jet Sky bisa meningkatkan minat kunjungan Wisatawan yang datang menikmati pantai Tanjung Bias. Selain itu, fasilitas tambahan ini, untuk menyuguhkan kepuasaan pengunjung agar kontinyu dengan fasilitas sudah tersediakan sebelumnya.

“Upaya ini memang sudah menjadi rencana kami selaku pengelola agar wisata pantai Tanjung Bias ini bisa menjadi branding. Dengan begitu, semakin banyaknya angka pengunjung semakin menambah pemasukan ke warga, ekonomi warga hidup dan bagi desa,” terangnya.

Terkait fasilitas Jet Sky ini kata dia pihaknya bekerjasama dengan pihak ke tiga. Nanti masalah hasil pendapatan atau pembagian bagi hasil akan dibahas lebih lanjut. Yang pasti, bagi hasil ini akan masuk di BumDes dan akan masuk di pihak ke tiga tentu dengan membuat MoU. “Nanti ada pihak ke tiga yang menyediakan fasilitas Jet Sky,” ujarnya. Tapi untuk langkah awal masih kita lakukan promosi dulu. Meski sedang promo, minat pengunjung terlihat antusias. Mereka sampai antre untuk memakai wahana Jet Sky. Karena jangan khawatir, soal keamanan dijamin, karena ada memang disediakan tim yang memantau wahana Jet Sky di tambah dengan alat pelindung seperti Lab Jaket dan sangat aman. “Pokoknya banyak sekali yang nyoba untuk menaiki wahana baru ini,” ungkapnya. Mengenai kuliner sudah disiapkan oleh masing-masing lapak yang ada. Nanti ketika ada pengunjung yang akan menikmati, tinggal mendatangi stand yang sudah disediakan di tempat.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan

“Disini banyak aneka kuliner yang disiapkan, silakan datang di stand tinghal pesan sesuai selera,” ajaknya.

Sementara, Ketua Bumdes Karya Mandiri Desa Santeluk Munajap mengatakan, terkait dengan wahana baru atau permainan laut yang baru yang disediakan terinisiasi setelah adanya Pantai Tanjung Bias ini. Karena banyak tempat lain yang hampir sama dengan pantai ini, sehingga harus ada hal-hal baru untuk kita suguhkan guna mendongkrak motivasi dan minat masyarakat untuk datang berkunjung di destinasi pariwisata Pantai Tanjung Bias.”Inilah bentuk upaya kita untuk meningkatkan kunjungan wisata kita.,” paparnya.

Untuk memanjakan pengunjung dengan Jet Sky kata Munajap, diharuskan membayar tarif 250 ribu setiap 15 menit. Tarif imi dikenakan lebih murah ketimbang tempat lain. Sedangkan untuk Banana Boat dikenakan tarif 150 ribu per 15 menit. Biar baru beberapa hari kita buka, namun minat pengunjung sangat banyak dan antusias sekali. “Tarif kita masih murah dan dapat dijangkau oleh wiaatawan. Sebab untuk memakai fasilitas ini, Jet Sky dan Banana Boat bisa 4 sampai 5 orang dan bisa patungan,” ucap dia. Menurutnya, sektor pariwisata harus bisa didorong untuk kemajuannya, sehingga dengan demikian kontribusi yng dihasilkan dari usaha ini, mampu menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga setempat. Sejauh ini, keberadaan wisata Tanjung bias ini sangat mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Lebih-lebih ditengah Pandemi, warga sekitar begitu mendapatkan imbas dari lokasi wisata ini.

Dimasa Pandemi ini, pihak pengelola jelas dia juga tetap menerapkan protokol covid-19. Dimana pengelola, pengunjung diwajibkan mematuhi protokol covid-19. Punyanya juga susah melakukan pengawasan di pintu masuk dan memasang baliho, spanduk bdgi pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *