Pendakian ke Gunung Rinjani: BTNGR resmi buka 4 jalur

Lotim (Lomboknnews.my.id) – Melalui surat keputusan nomor SK.103/T.39/TU/KSA/07/2020. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) secara resmi membuka pendakian ke Gunung Rinjani. Ada empat jalur yang akan dibuka. Pembukaan ini diputuskan untu kebangkitan pariwisata daerah pasca Rinjani ditutup beberapa bulan lalu.

Sementara untuk seremoni pembukaan, akan dimulai   Sabtu 22 Agustus 2020 mendatang melalui Jalur Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Seluruh trek dibuka, baik dari Pelawangan ke summit 3.726 mdpl, atau dari pelawangan ke  Danau Segara Anak, begitu juga sebaliknya.

Kepala BTNGR Dedy Asriady didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.Lalu Moh Faozal dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom mengatakan, aktivitas pendakian mulai berlaku pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2020.

“Aktivitas pendakian Gunung Rinjani dilakukan dengan paket 2 hari 1 malam dan kuota maksimal 30 persen dari kuota kunjungan normal,” kata Dedy, Selasa (18/8) siang tadi.

Dirincinya, kuota jalur pendakian Senaru dari Jebak Gawah menuju Pelawangan Senaru ke Danau Segara Anak, disebutnya  kuota maksimal 45 pengunjung per hari.

Sedangkan  untuk jalur pendakian Sembalun menuju Pelawangan Sembalun, Puncak Gunung Rinjani dan menuju Danau Segara Anak maksimal 45 pengunjung per hari.

Kemudian, jalur pendakian Aik Berik sampai Pelawangan Aik Berik, dibatasi maksimal 30 orang pengunjung per hari.

Pun demikian  untuk halur pendakian Timbanuh menuju Pelawangan Timbanuh, sehari maksimal 30 orang pengunjung.

Ada pun waktu kunjungan destinasi wisata alam pendakian ini dilakukan setiap hari, mulai  Senin hingga Minggu. Sedangkan tiket melalui booking online.  “Khusus untuk wisata pendakian, wajib untuk melakukan booking online melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di Playstore,” sebutnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Tegaskan Anak Muda Jadi Aktor Penting Kemajuan Bangsa

Selain itu, BTNGR juga akan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat terhadap para wisatawan yang hendak menuju Gunung Rinjani. Baik dari mulai pintu masuk hingga menuju puncak Rinjani.

Saat di lokasi wisata, maupun keluar  pintu kawasan Taman Nasional,  pengunjung  diwajibkan menggunakan masker, membawa handsantizer, sabun cair, trash bag, menjaga jarak minimal satu meter dan membawa surat keterangan bebas covid-19  khusus untuk yang dari luar provinsi NTB  atau bebas gejala influenza (Influenza-like illness) untuk yang berasal dari pulau Lombok.

Jalur Torean Batal Dibuka

Lanjut Dedy, khusus jalur Pendakian Torean Lombok Utara yang sedianya akan diresmikan, pihaknya dengan berat hati mengatakan batal dibuka. Sebab jalur ini dianggap belum layak karena pertimbangan keamanan.

“Untuk semua aktivitas pendakian harus mengikuti Standar Operasional Prosedur Pendakian berdasarkan Surat Keputusan yang diterbitkan. Ini untuk kepentingan kita bersama,” pungkas Dedy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *