Anggota Kepolisian Bertekad Bawa Mataram ke Zona Hijau Bebas Korona

Mataram (Lomboknews.my.id) Mulai kemarin, Kota Mataram memang sudah meninggalkan status Zona Merah Covid-19 menjadi Zona Oranye. Secra umum, sejumlah kelurahan di Kota Mataram juga telah keluar dari zona merah tersebut.

“Hal itu harus terus ditingkatkan agar Mataram menyandang status Zona Hijau,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, kemarin (20/8).

Untuk menekan penyebaran itu, Polresta Mataram mendirikan posko pemeriksaan di tiap pintu masuk Kota Mataram. Untuk memaksimalkan posko pemeriksaan Guntur turun langsung memimpin pengawasannya.

Guntur turun memantau dan mengawasi posko pengawasan di simpang tiga Ampenan. Pemantauan itu dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota Mataram dan Satpol PP.

Fokus pengawasannya terhadap pengendara maupun penumpang yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Ditemukan, masih banyak para pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara,” kata Guntur.

Pengendara  yang tidak menggunakan masker dihentikan. Kendaraan para pengendara yang tidak menggunakan masker ditahan sementara waktu. “Mereka bisa mengambil sepeda motornya jika membawa  menunjukkan masker,” jelasnya.

Tindakan itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Agar mereka  mematuhi dan menjalankan protokol covid-19. “Ini upaya kita untuk pendisiplinan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. Terutama untuk penggunaan masker,” tegas Guntur.

Selain itu, bagi pengendara yang juga tidak menggunakan helm ditindak. Petugas memberikan sanksi tambahan. “Untuk pelanggar pria yang tidak menggunakan masker atau helm diberikan sanksi push up,” ujarnya.

Selain itu, pelanggar juga diberikan sanksi  menyanyikan lagu-lagu perjuangan atau kebangsaan. Upaya tersebut untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat.

“Sanksi seperti itu berlaku sebelum pelanggar pulang dan mengambil motornya,” ungkapnya.

Dia berharap warga menjadi semakin sadar untuk menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

Guntur mengatakan, penyebaran Covid-19 di Kota Mataram saat ini mulai menurun. Sehingga pengawasan tentang kedisiplinan masyarakat terus ditingkatkan.

Baca Juga:  Fasilitas Pelabuhan Tawun akan Ditambah dengan anggaran dari DAK senilai Rp5,4 miliar

“Sekarang Kota Mataram sudah tidak lagi zona merah. Tapi sudah zona oranye. Tentunya ini harus kita tingkatkan,’’ paparnya.

Bukan hanya posko pemeriksaan saja yang diawasi. Guntur juga meningkatkan pengawasan di lokasi wisata. Pengelola dan pengunjung tempat wisata diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Yaitu tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Dari pengawasan yang dilakukan di dua tempat itu, menurutnya 90 persen masyarakat yang ditemui sudah menggunakan masker. “Itu tadi dari pengawasan dan pengecekan yang kita lakukan di lima titik. Keasadaran masyarakat sudah cukup tinggi,’’ katanya.

Lagu Kebangsaan

Sementara itu, pada malam sebelumnya, jajaran Polresta Mataram juga menggelar patroli skala besar di berbagai wilayah di Kota Maju dan Religius ini. Patroli melibatkan personel gabungan. Di sini juga, mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan langsung diberikan sanksi.

“Sanksi di tempat langsung kita terapkan. Kita minta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Ada lagu Indonesia Raya dan lagu perjuangan lainnya,’’ kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik yang memimpin patroli skala besar Rabu malam (19/8) tersebut.

Selain terkait penegakan protokol kesehatan, patroli skala besar tersebut juga untuk mengantisipasi kasus pelanggaran kamtibmas. Berikutnya juga mendatangi pusat-pusat keramaian masyarakat yang ada di Kota Mataram.

Di sejumlah tempat keramaian, petugas tanpa letih terus memberikan imbauan kepada warga untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Dengan cara tetap menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Imbauan tetap kita berikan untuk selalu patuh menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19,’’ katanya.

Sebelum patroli skala besar dilaksanakan, personel gabungan melaksanakan apel kesiapan di halaman Pendopo Wali Kota Mataram. Polresta Mataram menurunkan 35 personel dari gabungan fungsi. Berikutnya 20 personel TNI, 4 orang anggota Dinas Perhubungan Kota Mataram dan 15 anggota Satpol PP Kota Mataram dan Provinsi NTB.

Baca Juga:  Tahun Baru Islam 1442 H, Gubernur Ingatkan Tetap Teguh Ikuti Protokol Kesehatan

Patroli diawali dengan mendatangi kedai kopi di Jalan Sriwijaya dan Jalan Majapahit. Berikutnya dilanjutkan ke wilayah Punia dan Jalan Catur Warga. Selanjutnya menyasar PKL di Jalan Cilinaya. Dilanjutkan dengan mendatangi tempat-tempat hiburan di Kota Mataram. Di antaranya Lombok Plaza Karaoke. Di beberapa lokasi yang didatangi petugas menemukan beberapa pelanggar protokol kesehatan. Pengunjung yang melanggar langsung diberikan sanksi. Patroli berakhir dan kembali ke Pendopo Wali Kota Mataram.

“Patroli skala besar masih akan kita lanjutkan untuk memberikan imbauan tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan,’’ kata Taufik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *