Update Covid-19, 21 Agustus Kasus Positif Jadi 2.653 Orang, Total 1.866 Pasien Covid-19 di NTB Sembuh

Mataram (Lomboknews.my.id) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 26 pasien sembuh dan 3 kasus kematian baru, Jumat, 21 Agustus 2020. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 2.563 orang, dengan perincian 1.866 orang sudah sembuh, 144 meninggal dunia, serta 553 orang masih positif.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerangkan pada Jumat, 21 Agustus 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Bima, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Praya sebanyak 141 sampel. Dengan hasil 122 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yaitu pasien nomor 2550, inisial AI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram. Pasien nomor 2551, inisial HS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram.

Pasien nomor 2552, inisial S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 2553, inisial SH, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2441. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Rasanae Timur dan RSUD Kota Bima.

Pasien nomor 2554, inisial MS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2401. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB. P

nomor 2555, inisial J, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong.

Baca Juga:  Update Covid 19 21 Oktober 2020, Bertambah 25 Kasus Baru, 42 Pasien Sembuh dan Satu Meninggal

Pasien nomor 2556, inisial S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong. Pasien nomor 2557, inisial A, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong.

Pasien nomor 2558, inisial SH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 1 Sumbawa. Pasien nomor 2559, inisial ES, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2411. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 1 Sumbawa.

Pasien nomor 2560, inisial N, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa. Pasien nomor 2561, inisial E, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir.

Pasien nomor 2562, inisial B, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Sisik, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya. Pasien nomor 2563, inisial HAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini sudah selesai menjalani perawatan dari RSUD Praya.

“Dipermaklumkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2533 yang semula diumumkan berjenis kelamin perempuan, bahwa pasien sesungguhnya berjenis kelamin laki-laki,” terang Sekda NTB ini.
Sedangkan 26 pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu pasien nomor 107, inisial H, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 230, inisial S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien nomor 533, inisial LMIW, laki-laki, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Baca Juga:  Update Covid-19, 11 Agustus Pasien Sembuh Bertambah 53 Orang, Kasus Positif Meningkat Jadi 2.361 Orang

Pasien nomor 549, inisial AS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien nomor 574, inisial NLSWP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien nomor 600, inisial W, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Pasien nomor 684, inisial NGMN, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 877, inisial S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 1227, inisial AH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 1506, inisial AH, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;Pasien nomor 1815, inisial DMS, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2174, inisial S, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Pasien nomor 2180, inisial DTA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien nomor 2227, inisial KA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2266, inisial RR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2312, inisial LE, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2341, inisial GAWF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 2362, inisial APAS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Pasien nomor 2363, inisial S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien nomor 2382, inisial EWS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2392 inisial RI, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Tanjung, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien nomor 2393 inisial LS, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2437, inisial M, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2490, inisial R, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Buk Buk, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Baca Juga:  Update Covid-19, 02 September Bertambah 14 Kasus Baru dan 12 Pasien Sembuh

Pasien nomor 2491, inisial NMP, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 2563, inisial HAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara tiga pasien yang meninggal dunia yaitu pasien nomor 1760, inisial LR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien nomor 2493, inisial M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Dan pasien nomor 2517, inisial SS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, kata Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Hingga saat ini, jumlah Kasus Suspek sebanyak 10.458 orang dengan perincian 471 orang (4%) masih dalam isolasi, 409 orang (4%) masih berstatus probable, 9.578 orang (92%) sudah discarded. Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 19.342 orang, terdiri dari 1.768 orang (9%) masih dalam karantina dan 17.574 orang (91%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 71.745 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 549 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 71.196 orang (99%).

Sekda mengatakan mengatasi pendemi Covid-19 membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan kuat untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas kehidupan masyarakat. Oleh karenanya sosialisasi penerapan protokol kesehatan harus terus digencarkan bersama, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik oleh pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta berbagai komunitas dan oragnisasi kemasyarakatan yang ada.

“Tren kesembuhan yang terus meningkat tentu harus kita jaga bersama. Mari kita semua tetap semangat, tetap bersabar dan kuat hingga pandemi ini dapat dikendalikan dan ditemukan vaksin serta obatnya,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *