MotoGP Mandalika Dipastikan Sesuai Jadwal

Loteng (Lomboknews.my.id) -Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyebut balapan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dipastikan sesuai jadwal. “Tidak ada pembatalan atau penundaan,” kata Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto pada Lombok Post, Rabu (19/8).

Dia menekankan, yang sempat tertunda, proyek pembangunan sirkuit. Itu pun hanya satu bulan saja. Penyebabnya, karena bencana non alam covid-19. Akibat kebutuhan material bangunan terlambat datang. Kendati demikian, bisa terkejar. Sehingga dipastikan tahun ini rampung atau sesuai target. Tidak ada perubahan.

Itu artinya, jadwal uji coba sirkuit dan pelaksanaan balapan tetap digelar tahun depan. “Sekali lagi, tidak ada pembatalan dan penundaan,” tekan Happy.

MGPA sebagai penanggungjawab pembangunan sirkuit dan urusan teknis balapan memastikan tetap dan terus mengawal. Fisik maupun non fisik. Apalagi, sirkuit di KEK Mandalika menjadi satu-satunya street race circuit cluster di duniaTidak ada di tempat lain di dunia kecuali di Indonesia, tepatnya d KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB. “Kami terus bekerja keras,” tegasnya.

Kata dia, itu semua demi masyarakat NTB dan Indonesia. Karena ada tiga efek positif dari MotoGP. Pertama, sektor industri pariwisata. MotoGP akan menjadi penentu kemajuan pariwisata Indonesia dan dunia.

Kedua, dari sisi branding. Apa pun produk yang dimiliki Indonesia, dipastikan disuarakan di tingkat dunia. Baik produk BUMN, BUMD, negara, daerah maupun masyarakat pada umumnya. Ketiga, multiplier effect, bisa menciptakan peluang pekerjaan baru, peningkatan ekonomi dan masih banyak lagi.

Ketua Dewan Pengawas PDAM Loteng Lalu Perwira Bakti menambahkan, PDAM ikut mendukung dan mensukseskan pengembangan KEK Mandalika. Khususnya, perhelatan MotoGP. Bentuknya, menyiapkan sumber air bersih. Itu diambil dari pengelolaan air bersih di Bendungan Pengga Desa Pengga, Kecamatan Praya Barat Daya.

Baca Juga:  Dikbud NTB Klaim Kepatuhan Lebih 90 Persen, Simulasi KBM Tahap II

“Kebutuhan fisik maupun non fisik disiapkan pemerintah pusat,” ujar purnawirawan TNI tersebut.

PDAM sebatas mengelola dan bertanggungjawab. Pemerintah menargetkan tahun depan, sudah beroperasi. Kapasitas nya mencapai 200 liter per detik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *