Pasien Covid-19 Boleh Ikut Tes CPNS

Mataram (Lomboknews.my.id) -Panitia seleksi CPNS formasi 2019 membolehkan pasien covid-19 ikut seleksi kompetensi bidang (SKB). ”Peserta yang positif covid-19 akan ditempatkan di ruang khusus sesuai rekomendasi tim medis,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, Minggu (20/8/2020).

Sebelumnya, BKD menyatakan peserta terjangkit covid-19 tidak bisa ikut SKB. Namun dalam rapat koordinasi terakhir, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku panselnas membolehkan pasien ikut seleksi. ”Saya rapat hari Minggu 16 Agustus lalu, itu salah satu hasil putusan yang disampaikan kepala BKN,” jelasnya.

Dalam tata tertib terbaru yang dikeluarkan BKD disebut, peserta yang suhunya di atas 37,3 derajat celcius atau peserta yang hasil rapid test reaktif, serta peserta positif covid-19 akan ditempatkan di ruang khusus sesuai rekomendasi tim medis.

Jika hasil rekomendasi tim medis menunjukkan peserta tidak dapat mengikuti SKB pada jadwalnya, mereka bisa mengikuti SKB satu hari setelah SKB selesai. ”Kalau tim medis tidak rekom, masih ada ruang pada hari kedelapan,” katanya.

Hal itu dilakukan agar hak-hak peserta tidak hilang. Tapi ia mengingatkan, peserta SKB harus datang tepat waktu. Bila terlambat, mereka tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti ujian alias dianggap gugur. ”Bagi peserta yang tidak hadir, tidak mengikuti tahapan seleksi dengan alasan apa pun maka dinyatakan gugur,” tegasnya.

SKB akan dilaksanakan secara bertahap selama tujuh hari, dari 3-9 September dengan sistem Computer Asissted Test (CAT). ”Lokasi tes di kantor BKD NTB dan nama-nama peserta dapat dilihat di laman http://bkd.ntbprov.go.id,” katanya.

Durasi waktu tes bagi peserta disabilitas dibedakan dengan peserta umum.  Peserta umum melaksanakan SKB selama 90 menit, sedangkan peserta formasi  khusus penyandang disabilitas 120 menit.

Baca Juga:  Kapolresta Pimpin Peneguran Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Karena dalam susana pandemi covid-19, peserta tidak diperkenankan mampir ke tempat lain selain ke tempat seleksi. ”Wajib menerapkan protokol pencegahan covid-19,” katanya.

Tentunya, kata Nasir, peserta wajib menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut hingga dagu. ”Penggunaan pelindung wajah (face shield) sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan,” ujarnya.

Ketentuan lainnya, peserta harus cuci tangan menggunakan sabun pada tempat telah disediakan sebelum masuk ruang registrasi. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain.

Tidak kalah pentingnya, peserta wajib diukur suhu tubuhnya di depan pintu masuk lokasi Ujian. Peserta yang suhu tubuhnya di tas 37,3 derajat celcius dilakukan dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit. ”Mereka tes di ruangan khusus,” jelasnya.

Peserta yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 derajat celcius langsung ke bagian registrasi untuk diperiksa kelengkapan persyaratan. Seperti KTP dan kartu peserta seleksi. ”Peserta yang berasal dari wilayah berbeda dengan lokasi ujian mengikuti ketentuan protokol perjalanan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Bagi pengantar peserta seleksi berhenti di drop zone yang sudah ditentukan dan dilarang menunggu atau berkumpul di sekitar lokasi seleksi.

Untuk tetap menjaga transparansi pelaksanaan seleksi CPNS, hasil seleksi CAT secara live scoring dapat dilihat melalui media online streaminglink dibagikan sebelum penyelenggaraan seleksi. ”Kelalaian pelamar dalam memahami pengumuman menjadi tanggung jawab pelamar,” katanya.

Sementara itu, Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi dalam pengumuman tata tertib SKB meminta peserta memperhatikan tata tertib SKB. Antara lain, hadir 60 menit sebelum ujian dimulai. ”Peserta harus melakukan registrasi sebelum ujian,” jelasnya.

Peserta juga diminta membawa surat keterangan hasil rapid test dan ditunjukkan kepada panitia saat registrasi. ”Peserta wajib mengenakan sarung tangan yang disediakan oleh panitia,” tambahnya.

Baca Juga:  Cerita Ayah Siswa SMK di Lombok yang Nikahi Dua Wanita

Terkait pakaian, peserta harus mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. ”Peserta tidak diperkenankan mengenakan pakaian kaos, celana jeans dan sandal,” katanya.

Selain itu, peserta juga tidak diperkenankan membawa kendaraan roda empat ke tempat ujian. Selama di dalam ruangan ujian, peserta hanya diperbolehkan membawa KTPU, KTP, dan alat tulis berupa pensil non elektrik. ”Dilarang membawa buku-buku dan catatan lainnya,” tegas Gita.

Termasuk dilarang membawa perhiasan, kalkulator, telepon genggam, kamera, jam tangan, bolpoint, makanan dan minuman. Apalagi membawa senjata api/tajam atau sejenisnya.

Panitia juga mengatur sanksi. Mereka yang melanggar tata tertib dberikan sanksi teguran lisan sampai dibatalkan sebagai peserta ujian. Bahkan peserta ujian yang kedapatan membawa HP,  kamera dalam bentuk apa pun serta melanggar tata tertib dianggap gugur dan dikeluarkan dari ruangan ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *