Sopir Truk Yang Dikira Kecelakaan di Dompu Ternyata Dibunuh

Dompu (Lomboknews.my.id) -Polres Dompu berhasil mengungkap kematian Muhammad Iksan Pratama, 30 tahun, warga Desa Dorebara, Kecamatan Dompu. Sopir truk yang ditemukan tewas bersimbah darah ternyata dibunuh.

Sebelumnya, polisi mengira Iksan menjadi korban kecelakaan. Setelah divisum, penyidik Satreskrim Polres Dompu menemukan kejanggalan. Dokter menyebutkan di tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kecelakaan.

Berangkat dari kecurigaan itu, penyidik mendalaminya. Sejumlah saksi diperiksa. Di situ, penyidik menemukan petunjuk jika Iksan bukan korban kecelakaan, melainkan korban pembunuhan. ”Iksan ini korban pembunuhan. Pelaku iparnya sendiri berinisial MM,’’ kata Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah, kemarin (21/8).

Awalnya, korban bersama MM dan SMR yang diketahui mertua korban berangkat mengambil pasir di Doroncanga, Dompu sekitar pukul 20.00 Wita, Senin (17/8). Saat pulang menuju Dompu sekitar 02.00 Wita, tepatnya di tanjakan Moti Toi di wilayah Tolokalo, Kecamatan Kempo, mereka terlibat kemacetan. Karena di lokasi itu ada kendaraan yang rusak.

Korban pun memutuskan untuk menginap di truk yang dikemudikannya. Saat korban tertidur, MM menghabisinya menggunakan batu. Kemudian korban diseret ke tengah jalan raya.

Paginya, MM dan SMR kompak berpura-pura jika Iksan ini seolah-olah menjadi korban kecelakaan. ”Pengakuan awal dari MM dan SMR, mereka tidak tahu penyebab korban meninggal. Awalnya dikira terlindas truk,’’ bebernya.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga memeriksa kondisi tubuh korban. Di beberapa bagian tubuh korban ditemukan luka-luka yang janggal atau tidak wajar. Seperti terjadi tindakan kekerasan. ”Tim kami mendalaminya, karena ada dugaan awal Iksan ini korban penganiyaan,’’ ujarnya.

Kecurigaan polisi semakin bertambah. SMR dan MM memberikan keterangan berbelit-belit. Atau selalu berubah-ubah. ”Setelah diselidiki, kami menemukan dua alat bukti yang mengarah kepada MM,’’ bebernya.

Baca Juga:  Dokter Forensik: Temukan Tanda Kehamilan Pada Jasad Linda

Di depan penyidik MM tidak bisa berkelit lagi. Dia mengakui telah menghabisi Iksan mengunakan batu. Ia memukul korban berkali-kali di bagian kepala. ’’Alasan pelaku karena sakit hati,’’ jelas Hujaifah.

Pelaku MM mengaku kesal. Korban tidak menepati janji menjadikannya sopir truk. ”Korban pernah bikin janji, kalau mobil truknya datang, MM ini yang jadi sopir. Tapi setelah mobil datang korban menunjuk orang lain jadi sopir,’’ ungkap dia.

Pelaku MM telah ditahan di Polres Dompu. Dia disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilang nyawa orang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *