Bulog Buka Ruang Kemitraan dengan Masyarakat

Dompu (Lomboknews.my.id) – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan di pasaran, Perum Bulog Cabang Bima membuka ruang kemitraan dengan masyarakat, salah satunya melalui Rumah Pangan Kita atau RPK. Lewat program ini, Bulog melayani setiap warga yang ingin membeli pangan untuk kegiatan usahanya, baik secara grosir maupun retail.

“Untuk menjaga harga level atas kita melakukan penjualan melalui grosir maupun retail pada masyarakat. Retail tujuannya adalah konsumen akhir, ada harga eceran,” ungkap Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Sawaludin Susanto ketika meninjau ketersedian beras di Gudang Bulog Dompu beberapa waktu lalu.

Dengan ruang kemitraan yang dibuka saat ini, pihaknya akan melayani setiap warga yang ingin mengembangkan atau memulai usaha penjualan pangan. Baik itu beras dengan kelas medium, gula pasir, minyak goreng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Di samping bisa memperoleh stok pangan dengan modal yang terjangkau. Ia meyakinkan mitranya ikut membantu pemerintah dalam mengendalikan lonjakan harga pangan. Apalagi di tengah berkurangnya hasil panen petani hingga Maret 2021 mendatang.

“Misalnya ndak punya kios, punya rumah saja buat rumah pangan kita syaratnya cuma KTP. Nanti kita tempelkan bendera Bulog supaya diketahui bahwa di rumah ini menyediakan pangan pokok yang terjangkau untuk masyarakat, supaya jangan sampai terjadi lonjakan harga beras, gula dan minyak terutama yang menjadi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Terkait keuntungan menjadi perpanjangan tangan Bulog, Sawaludin Susanto memastikan tetap ada. Contoh kecil untuk penjualan beras dengan kualitas medium misalnya, harga Eceran Tertingginya atau HET saat ini Rp9.450/Kg. Di sini pengusaha bisa mengambilnya jauh dari harga tersebut sehingga menjamin keberlangsungan usaha masyarakat.

Untuk kapasitas pengambilan tidak dibatasi, sepenuhnya tergantung pada kebutuhan serta kemampuan modal dari RPK itu sendiri. “Warga yang sudah datang bekerjasama banyak, kalau di Dompu yang sudah jalan dalam sebulan ini ada lima titik,” pungkasnya.

Baca Juga:  21.000 Warga Terdampak Covid-19 di KLU Diusulkan Dapat Bantuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *