Destinasi Wisata Olat Sare, Paralayang Baru Poto Tano

Sumbawa Barat (Lomboknews.my.id) – Mantar kini tak lagi menjadi satu-satunya lokasi penerbangan paralayang di kecamatan Poto Tano. Baru-baru ini telah dibuka wisata Olat Sare di bukit desa Tambak Sari yang juga sekaligus bisa dijadikan tempat beraktivitas para pencinta olahraga adrenalin tersebut.

Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi mengatakan, pembukaan wisata Olat Sare di desanya itu selain untuk tujuan wisata juga memberi alternatif lokasi baru bagi para pencinta paralayang untuk terbang. “Kami inisiasi pembukaan Olat Sare ini juga atas saran para pencinta paralayang KSB,” sebutnya.

Menurutnya, jauh sebelum resmi dibuka bertepatan pada hari perayaan HUT RI ke-75 beberapa waktu lalu. Lokasi Olat Sare sudah dibidik oleh para pegiat paralayang KSB. Dari situ, pihaknya bersama Pokdarwis setempat mulai menyusun rencana hingga tercetuslah konsep wisata untuk pengembangannya.

Meski akan menjadi venue paralayang di KSB, setelah Mantar yang sudah lebih dulu terkenal. Suhadi menyatakan, panorama di Olat Sare tidak kalah cantiknya. Posisinya yang menghadap tepat ke arah barat akan memberikan akan memanjakan pengunjung maupun penerbang paralayang jika ingin menikmati matahari terbenam (sunset) berlatar gunung Rinjani. “Kalau sore hari pemandangannya bagus sekali,” klaim Suhardi.

Satu keunggulan lain yang ditawarkan wisata Olat Sare. Disebutkan Suhardi adalah lokasinya yang mudah dijangkau. Meski saat ini akses jalannya masih dirintis, namun ia menyatakan, dalam waktu dekat pengunjung bisa mencapai lokasi dengan mudah hingga ke puncak tertingginya. “Kami sedang membangun akses jalannya supaya pengunjung maupun para pegiat paralayang mudah mencapai puncaknya,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten Instruktur Paralayang KSB, H. Amri mengakui lokasi wisata Olat Sare sangat bagus dijadikan venue terbang. Ia pun menyambut baik inisiasi Pemdes Tambak Sari yang kemudian membuka lokasi tersebut. “Ini memberi alternatif baru bagi kami pecinta olahraga paralayang untuk spot terbang,” katanya.

Baca Juga:  Pembangunan konstruksi kios kuliner di Taman Loang Baloq

Secara teknis, pria yang akrab disapa H. Amor ini menjelaskan, tipikal angin di Olat Sare hampir sama dengan Mantar. Karena itu, lanjutnya, kegiatan terbang di lokasi itu tak sekedar dapat digunakan untuk sekedar menikmati panorama, tetapi juga sangat cocok dijadikan lokasi kegiatan kejuaraan. “Ya kebetulan posisinya hampir sama dengan Mantar. Tapi di sana panoramanya agak beda karena fragmen petak tambak udang yang berada tepat di bawah bukit punya keunikan sendiri untuk dinikmati saat terbang,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *