Mentan : Sektor Pertanian Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Loteng (Lomboknews.my.id) – Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor ekonomi, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Namun dari sekian sektor ekonomi yang ada, sektor pertanian menjadi salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan. Bahkan sektor pertanian tetap tumbuh pesat di tengah terpaan pandemi Covid-19 yang melanda. Sehingga tidak salah kalau kemudian sektor pertanian tetap menjadi sektor andalan nasional.

Demikian diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan), Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., saat panen pedet (anak sapi) di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng), Sabtu, 22 Agustus 2020. Dikatakannya, ada dua sektor yang mengalami pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi tahun ini. Pertama, sektor pertanian dan telekomunikasi. Tapi telekomunikasi pertumbuhannya hanya sebesar 1,4 persen. Sementara sektor pertanian pertumbuhan ekonominya menyentuh angka hingga 16,4 persen.

“Pada kwartal kedua tahun ini, sektor pertanian mampu mencatatkan pertumbuhan hingga 16,4 persen. Jauh di atas pertumbuhan sektor-sektor lainya,” ungkapnya.

Dengan kata lain, pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada sektor pertanian. Kalau pun ada dampaknya, mungkin yang paling kecil dirasakan. Karena nyatakan sektor ini masih bisa terus bertahan dan berjalan. Memproduksi kebutuhan masyarakata serta bisa terus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Di tengah pandemi seperti sekarang ini, orang tetap butuh makan. Inilah yang membuat sektor pertanian tetap bertahan,” jelasnya. Bahkan dari sisi ekspor, nilai ekspor sektor pertanian juga terus tumbuh dari bulan ke bulannya. Kalau bulan sebelumnya nilai ekspor sektor pertanian sekitar 12,6 persen, bulan lalu 15,4 dan sekarang ini sudah mencapai 22,1 persen.

Artinya, sektor pertanian sedikit tidak juga mampu menopang ekonomi nasional dari ancaman krisis. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya, sektor pertanian bisa dikatakan sektor yang paling kuat dari terpaan krisis ekonomi. Istilahnya, pertanian tidak mengenal krisis. Karena pastinya orang tetap butuh makan. Jadi apapun produksi pertanian pasti laku dipasar.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Gagas Agro-Solution di NTB

Kalau produksinya laku, itu bisa bisa mendatangkan manfaat secara ekonomi bagi petani. Perputaran ekonomi pun tetap berjalan yang pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat secara luas. “Saat ini lapangan pekerjaan yang cukup luas tersedia ialah di sektor pertanian,” ujarnya.

Sehingga penting untuk terus menjaga dan mengembangkan sektor pertanian dengan sub sektor perternakannya sebagai salah satu sektor andalan. Baik itu ditingkat daerah maupun skala nasional. Hal ini mengisyaratkan bahwa jika mau bertahan ditengah pandemi, maka sektor pertanian harus diperhatikan.

Apalagi pandemi Covid-19 diprediksikan bakal berlangsung cukup lama, bisa sampai dua tahun. Jadi Kalau mau kuat, masuk ke pertanian. “Mari geliatkan kembali sektor pertanian,” tandas mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *