Siswa SMKN 2 Sumbawa Besar Ciptakan Mesin Pencacah Pakan Ternak

Sumbawa (Lomboknews.my.id)–Memeriahkan HUT RI ke-75, sekaligus menjadi bagian kebangkitan Industrialisasi Bumi Gora, Dinas Dikbud NTB menggelar pameran puluhan produk karya SMK. Ada dua mesin yang begitu menyita perhatian. Mesin pencacah pakan ternak dan pengupas kelapa dari Sumbawa.

”Tadi banyak yang lihat, banyak yang tanya-tanya juga bagaimana cara kerjanya, sambil kita praktikkan,” kata guru sekaligus Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 2 Sumbawa Besar Indra, saat memperlihatkan mesin pencacah pakan ternak.

”Kami mendiskusikan ini sama-sama, yang penting sekolah membuat mesin yang sesuai dengan potensi daerah,” tambahnya.

Pembuatan mesin tersebut memakan waktu kurang dari dua bulan. Bersama siswa dan guru yang tergabung dalam tim, pihaknya mulai membuat desain. selanjutnya komponen alat, cara kerja, analisa biaya dan lainnya.

”Setelah berkutat selama itu, Alhamdulillah kita berhasil membuatnya,” tegas dia.

Cara kerja mesin pencacah ini sangat mudah. Dilengkapi dua bahan pakan yang bisa digiling sekaligus. Pakan seperti rumput gajah, atau jerami dialirkan melalui konveyor. Kemudian masuk ke mesin penggiling halus dan bermuara dalam wadah. Bila peternak ingin menambah jagung atau pisang, juga disediakan alat penggilingnya.

”Setelah masuk ke wadah, ada sensor otomatis menyemprotkan cairan penggemuk sapi, lalu mesin otomatis mencampurkan semua pakan yang ada,” jelas Indra.

Selanjutnya, pakan tersebut dengan teknis otomasi, berjalan layaknya kereta dan pakan siap dihidangkan ke ternak. ”Kalau contoh yang kita buat sekarang panjangnya lima meter, dan bisa sesuai kebutuhan peternak,” jelas dia.

Agar lebih sempurna, mesin tersebut sedang dirancang tidak beroperasi menggunakan listrik. Namun akan dipasang panel surya. ”Kami berharap ini bisa diproduksi massal, agar peternak bisa membuat pakan ternaknya hingga ke tengah ladang,” tandasnya.

Baca Juga:  Pasar Khusus Produk Desa Perlu Dihidupkan (Menko PMK)

Produk SMK lainnya yang tak kalah menarik perhatian adalah mesin nyer ijo. Yaitu mesin pengupas kelapa, karya SMKN 1 Buer. Ide pembuatan produk ini, berangkat dari suasana kearifan lokal, di Kecamatan Buer. Terletak di daerah pesisir, membuat produksi buah kelapa meningkat.

”Karena teknologi tepat guna, maka kami membuat alat sesuai zona,” kata guru Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 1 Buer.

Mesin tersebut mampu mengupas kelapa utuh menjadi santan, secara otomatis kurang lebih 10 menit. Dilengkapi alat pengupas serabut, batok, parut dan alat peras yang menghasilkan santan. Sangat ampuh dipakai ketika ada hajatan besar. ”Dengan alat ini memudahkan semua prosesnya. Satu mesin yang komplit,” tegas dia.

Kendala SMKN 1 Buer juga terletak pada keterbatasan alat. Tak kurang dari 90 persen alat didatangkan dari Mataram. Hal itu memakan waktu dan biaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *