Klaim 12 Pasien Covid-19 Senilai Rp500 Juta

Dompu (Lomboknews.my.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Dompu, baru menerima 12 klaim penanganan pasien Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Jumlah tersebut masih terbilang kecil jika melihat total pasien yang sudah ditangani selama beberapa bulan terakhir.

Baik di puskesmas, RS Pratama maupun Wisma Terpijar. Namun demikian, untuk 12 orang ini saja nominal klaimnya cukup fantastis, yakni Rp500 juta lebih.

Kepala BPJS Kabupaten Dompu, M. Zainudin kepada Suara NTB di kantornya, Senin (24/8) menyampaikan, pelunasan biaya penanganan pasien dengan Covid-19 tersebut bukan menjadi tanggungan pihaknya. Tetapi merupakan kewajiban negara melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kami melakukan verifikasi, tapi yang membayarnya nanti Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Besaran klaim dari belasan pasien Covid-19 ini cukup bervariasi, untuk satu orang saja minimal menghabiskan Rp10 juta. Tak heran dengan 12 pasien diperlukan biaya sebesar Rp500 juta lebih. Namun beruntung beban itu sepenuhnya menjadi tanggungan negara.

12 orang dengan Covid-19 baik statusnya ODP, PDP maupun positif tersebut, tegas M. Zainudin, baru sebagian kecil dari total pasien serupa yang pernah ditangani tim medis sejak Maret 2020 lalu. Karenanya dipastikan akan banyak klaim yang masuk untuk diverifikasi dalam waktu dekat ini.

“12 orang ini yang murni dirawat di rumah sakit, ada ODP, PDP dan positif Covid-19. Sementara di RS Pratama, Wisma Terpijar mereka masih dalam proses klaimnya, nanti akan diajukan lewat rumah sakit semua,” jelasnya.

Disinggung hasil verifikasinya terhadap berkas 12 orang pasien tersebut, ia menyebutkan, sebagian besar diantaranya sudah sampai pada tahap pembuatan berita acara untuk dikirim ke kementerian. Dan nanti pelunasannya ditransfer langsung ke rumah sakit sesuai besaran klaim dan hasil verifikasi.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Dompu, Kapolres Khawatirkan Konflik Berawal dari Medsos

“Karena sudah anggaran tersendiri masyarakat tidak perlu khawatir, terpenting punya identitas kependudukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *