Antisipasi Gagal Panen, BMKG Latih Petani di Lombok Tengah

Loteng (Lomboknews.my.id) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat melatih petani di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah untuk mengantisipasi gagal penen melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI).

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi, Kasiron mengatakan, dalam kegiatan ini masyarakat atau petani diajarkan masalah ilmu cuaca dan iklim, sehingga para petani bisa menentukan waktu tanam dan jenis tanaman yang akan di tanam baik itu saat musim hujan dan musim kemarau.

“Masalah ilmu cuca dan iklim dalam mengurangi resiko gagal panen,” ujar Kasiron kepada wartawan saat acara panen raya varietas Melon Golden di Desa Kateng, Selasa (25/8).

Ditegaskan, bahwa dalam memberikan ilmu tentang cuaca dan iklim yang menjadi petani binaanya bukan hanya petani melon, melainkan para petani komoditi lainnya seperti bawah merah maupun padi, tergantung dari potensi di masing-masing Desa.

“Kita mengikuti potensi di masing daerah, seperti di Semarang itu bawah merah dan berhasil kita bina,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, para petani akan lebih siap untuk melakukan masa tanam saat musim hujan tiba dan musim kemarau datang.

“Kalau terjadi perubahan cuaca, petani itu telah siap menentukan waktu tanam dan jenis tanaman yang ditanam,” pungkasnya..

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Lalu Iskandar mengatakan, program ini sangat peting bagi petani, karena dampak perubahan cuaca dan iklim yang merasakan dampak paling besar adalah pertanian.

“Perubahan cuaca dan iklim itu kita jadikan peluang dan tantangan kedepan dalam pelaksanaan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pergantian musim sering terjadi serangan hama bagi para petani,  jika tidak dapat dikendalikan, setidaknya dapat membantu petani mengurangi resiko tanam.

Baca Juga:  Gubernur NTB Kembali Bantu Bocah Pengidap Tumor Kepala

“Setiap tahun di 12 Kecamatan ada saja petani kita mengalami gagal penen, BMKG sangat diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *