Kapal Pengangkut Jagung Terbakar di Pelabuhan Bima

Kota Bima (Lomboknews.my.id) – Masyarakat Bima dikejutkan dengan kebakaran di areal Pelabuhan Bima yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, pada Minggu, 23 Agustus 2020 malam sekitar pukul 22.00 wita.

Sebuah Kapal Laut Motor (KLM) yang mengangkut jagung, terbakar saat bersandar di Pelabuhan setempat. Kebakaran itu membuat panik para Anak Buah Kapal (ABK) lain. Bahkan sejumlah kapal dievakuasi menghindari kobaran api yang meluas.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, kebakaran kapal diduga akibat korsleting listrik. Kobaran api dapat dikendalikan dua jam setelah kebakaran. Tidak ada korban dalam keajadian itu dan jagung puluhan ton yang diangkut dalam kapal berhasil diselamatkan.

Kasubag Humas Polres Bima Kota, AKP Hasnun mengatakan berdasarkan hasil olah TKP serta penjelasan dari sejumlah ABK yang dimintai keterangan, sumber api berasal dari dalam kamar kapten kapal.

“Berdasarkan keterangan ABK kapal, percikan api akibat korsleting listrik di kamar kapten kapal,” katanya, Senin, 24 Agustus 2020.

Saat sebelum terjadinya kebakaran, lanjutnya, lampu dalam kapal tiba-tiba padam, sehingga dilakukan pengecekan oleh sejumlah ABK. Saat dicek, terlihat percikan api dari kamar kapten kapal.

“Saat ingin dipadamkan, kamar terkunci dari dalam. Kobaran api meluas hingga dari luar kamar. Sejumlah ABK lain ada yang berusaha menyalakan mesin pompa air,” katanya.

Pompa air yang dinyalakan itu tidak bisa digunakan, sehingga kebakaran terus meluas. Apalagi saat itu kondisi angin kencang. Karena tidak berbuat apa-apa, para ABK langsung keluar dari kapal untuk menyelamatkan diri. “Para ABK keluar menyelamatkan diri karena kobaran api terus meluas,” katanya.

Hasnun mengatakan, kobaran api dapat dipadamkan setelah tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Kota Bima diterjunkan ke lokasi. Sedangkan bagian kapal yang terbakar, yakni ruang Kemudi, kamar ABK dan Kapten kapal. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini dan kerugian materil ditaksirkan mencapai Rp500 juta,” terangnya.

Baca Juga:  Masih Mencari Dana Atasi Dampak Kekeringan

Sementara Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bima, Nasrullah mengatakan kapal yang terbakar tersebut merupakan kapal tujuan Bima-Surabaya yang mengangkut jagung. “Kapal yang terbakar merupakan kapal pengangkut jagung darui Bima menuju Surabaya,” katanya.

Ia menambahkan, usai mendapat laporan kebakaran tersebut, pihaknya langsung mengerahkan semua personil untuk mengevakuasi kapal-kapal lainya agar terhindar dari kobaran api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *