Menteri Pertanian Apresiasi Kontribusi BNI Menjaga Ketahanan Pangan di Lombok

Mataram (Lomboknews.my.id) – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH mengapresiasi kontribusi PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) selaku mitra dari Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan kepada sektor pertanian secara khusus. Hal itu disampaikan Mentan, saat panen raya di Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu, 23 Agustus 2020.

Memasuki adaptasi kebiasaan baru, sektor pertanian menjadi sorotan dan fokus Presiden Jokowi. Hal ini dikarenakan ketahanan pangan nasional merupakan hal utama yang wajib dijaga selaku komoditas pemenuhan kebutuhan pokok.

Seperti yang dikemukakan Mentan, pada periode Januari hingga April 2020 nilai ekspor pertanian meningkat sebesar 16,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dari Rp.115,18 triliun menjadi Rp.134,63 triliun, disertai dengan peningkatan yang signifikan terhadap surplus perdagangan produk pertanian sebesar 32,9%.

Ketersediaan atau lumbung pangan menjadi fokus pemerintah. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya kian meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kunjungan kerja Mentan ke NTB kali ini untuk memastikan bahwa pertanian sebagai sektor pemenang dapat menjaga dan meningkatkan produksinya, walau di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sebagai mitra dalam program pertanian nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan Kementan di Kabupaten Lombok Tengah melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya. Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan secara massif. Selain itu, BNI juga melakukan pendampingan, pelatihan dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Penyerapan KUR kepada sektor pertanian merupakan stimulus agar sektor pertanian dapat terus tumbuh dan memberikan kesejahteran bagi petani. Pada kegitan Mentan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis kepada debitur KUR sektor pertanian BNI, langsung oleh Mentan. Selain memberikan pemberian pembiayaan melalui KUR Tani, BNI juga secara kontinu melakukan pendampingan dan pelatihan. Pujian juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada acara Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Bali (22/8) sebelumnya, yang menyatakan bahwa corporate branding pada mitra binaan BNI sangat hebat dan bagus.

Baca Juga:  Parkir sembarangan di Kota Mataram, siap - siap .....

Pemimpin BNI Mataram, Amiruddin dalam kesempatan ini turut menandatangai perjanjian kerjasama kemitraan mengawal pembangunan pertanian melalui skema korporasi petani. Penandatangan kerjasama yang disaksikan langsung oleh Mentan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah, H.Suhaili FT dan Forkopimda, offtaker, penggiat pertanian dan stakeholder yang berkecimpung dan berkontribusi pada sektor pertanian. Penandatangan kerjasama dengan  Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, PT. Datu Nusra Agribisnis, PT. Bisi Internasional, PT. Bayer Indonesia, PT. Pupuk Kalimantan Timur, dan PT. Asuransi Jasa Indonesia.

Kerjasama ini memberikan kemudahan kepada petani dari pendampingan, pengolahan lahan, sarana dan prasana produksi, permodalan, hingga penjualan pascapanen. BNI akan menyediakan permodalan Rp15 juta /hektare untuk petani padi, Rp15 juta/hektare untuk petani jagung, Rp30 juta/hektare untuk petani tembakau virginia dan Rp50 juta /hektare untuk petani bawang putih.

KUR yang disalurkan adalah KUR Mikro, tanpa jaminan. Dan sistem pembayaran, pokok maupun bunga kredit dilunasi saat panen. Mentan,  Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian karena terbukti dapat memberikan kesejahteraan dan bertahan melewati pandemi.

‘’Saya harap dukungan pemerintah melalui dorongan penyaluran KUR dapat terserap dengan baik dan digunakan oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani nusantara, dan BNI berkontribusi di situ,’’ sambungnya.

Dengan penyerapan KUR sektor produksi khususnya pertanian diharapkan akan menyentuh sektor UMKM yang sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terus digaungkan pemerintah. BNI dan Kementerian Pertanian secara kontinu mengawal agar pinjaman KUR sektor pertanian dapat terserap merata khususnya kepada petani disamping untuk mengawal program-program yang ada.

Baca Juga:  Mentan : Sektor Pertanian Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Sejumlah program pemerintah dibuat agar menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Hal itu dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan dalam menyalurkan KUR ke sektor pertanian.

Dengan bunga yang murah, syarat mudah, dan cara pembayaran melalui skema sederhana, KUR dapat memberi manfaat bagi petani khususnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Harapannya dari skala ekonomi, petani dapat merasakan pendapat yang lebih besar.

Terpisah, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo menegaskan, ekosistem sektor pertanian di Kabupaten Lombok Tengah terus dibangun, dengan melibatkan agen46 pupuk, petugas penyuluh lapangan, poktan, gapoktan, pamong desa, offtaker, Bulog dan kewirausahaan pertanian. Harapannya petani menjadi lebih mudah dalam proses produksi dan pemasarannya.

Bukti nyata BNI fokus menggarap sektor pertanian dibuktikan oleh angka yang fantastis. Khusus kepada sektor pertanian, dari Januari hingga 31 Juli 2020 KUR telah tersalurkan sebesar Rp.2,73 triliun kepada 86.992 petani.

Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan fokus BNI yang telah, masih dan akan terus dijalankan.

‘’Hal ini merupakan amanah yang kami jaga dengan baik sebagai mitra pemerintah sebagai agent of development,’’ ungkapnya.

Selain menggunakan klaster-klaster pada semua komoditas sektor pertanian, optimalisasi agen46 pupuk, menggandeng startup untuk smartfarming, BNI juga terus berinovasi melalui pembiayaan digital. ‘’BNI MOVE Agriculture hadir untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar, khususnya petani (UMKM) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah,’’ tutupnya.

Sektor pertanian memiliki potensi yang besar dan menarik untuk dikembangkan. BNI MOVE Agriculture hadir sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Gagas Agro-Solution di NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *