Pandemi Covid-19, PMI Ikut Bangkrut

Lotim (Lomboknews.my.id) – Akibat pandemi global Corona Virus Disease (Covid-19), jelas memberikan dampak multidimensi. Tidak terkecuali kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih berada di luar negeri. PMI mengalami kebangkrutan karena pasti akan berpengaruh pada pendapatannya.

Demikian penilaian Direktur Yayasan Advokasi Buruh Migran Indoensia (ADBMI), Roma Hidayat, Senin, 24 Agustus 2020. Aktivis pembela hak para PMI ini menerangkan, penerapan pembatasan orang beraktivitas itu tidak saja Indonesia. Tapi seluruh negara di dunia.

Menurut Roma, apa yang terjadi di Indonesia sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan para TKI — sebutan PMI sebelumnya– yang berada negara-negara luar. Sebagai contoh, negara Malaysia, Direktur ADBMI ini mengaku kerap menerima pesan singkat melalui aplikasi chat dan akun media sosial lainnya menuturkan kisah pahit PMI berada di luar negeri. Penuturan PMI kerap tidak makan.

Saat tempat kerja ditutup, nyaris tidak bisa bekerja sama sekali. Apalagi yang sistem kerjanya harian sudah pasti tidak bisa mendapatkan apa-apa. Tidak bisa keluar rumah untuk membeli makanan. Meskipun memiliki kesempatan, namun duit yang digunakan belanja tidak ada. “Jadi banyak di antara mereka yang terpaksa puasa panjang,” tuturnya.

Keluarga TKI di rumah, sambungnya masih mending dengan adanya kebijakan pemerintah yang memberikan bantuan. “Kalau PMI di sana siapa yang akan memberikan bantuan,” urainya.

Sudah pasti, soal remitansi hilang. Tidak ada pengiriman karena tidak ada gaji yang akan dikirim. Di samping itu, soal aspek keamanan para PMI ini juga tidak ada yang menjamin. Informasinya, kedutaan juga turut menyalurkan bantuan, akan tetapi tertentu dan jumlahnya terbatas. Angkanya pasti tdiak sebanding juga dengan yang diterima di dalam negeri. 

Baca Juga:  Gagal dikirim ke Bima Miras diselundupkan di truk Pisang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *