Para Tersangka Kasus BPR Segera Dilimpahkan

Sumbawa Barat (Lomboknews.my.id) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat, mengaku akan segera menyerahkan keempat tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang Bank BPR ke Kejaksaan setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21). Meski nantinya kerugian negara sebesar Rp466 juta dikembalikan oleh para tersangka tetapi penanganan kasus ini tetap akan dilanjutkan.

“Berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21) karena  semua petunjuk yang diberikan Kejaksaan sudah terpenuhi. Makanya dalam waktu dekat kami akan segera melimpahkan keempat tersangka sekaligus barang bukti untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Kapolres KSB AKBP Herman Suriyono S.IK, MH kepada wartawan, Senin, 24 Agustus 2020 .

Penanganan kasus ini menjadi prioritas untuk dituntaskan karena sejak tahun 2013 ditangani belum ada penyelesaian. Makanya setelah berkas dinyatakan lengkap, penyerahan para tersangka dan barang bukti juga akan segera dilakukan. Sehingga kasus ini bisa segera disidangkan demi kepastian hukum terhadap para tersangka.

Kalaupun nantinya keempat tersangka melakukan pengembalian terhadap kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, tetapi pihaknya memastikan proses hukumnya tetap akan berlanjut. “Meski kerugian negaranya dikembalikan oleh para tersangka, tetapi  penangan kasus tersebut dipastikan tetap akan berlanjut,” timpalnya.

Adapun keempat orang tersangka tersebut yakni SM yang saat itu menjabat sebagai Kabag kredit, IK menjabat sebagai accounting, LS sebagai Kabag Umum dan HD staff perkreditan. Setelah kasus ini dinyatakan rampung, maka tiga kasus tindak pidana korupsi lainnya dipastikan akan segera naik penyidikan. Bahkan yang sudah dipastikan tertangani tahun ini adalah desa Labuhan Lalar dengan tersangka ANS (mantan kades).

Kasus tersebut ditaksir merugikan negara sebesar Rp153 juta setelah dinyatakan total los dengan pagu anggaran Rp193 juta. Bahkan dalam waktu dekat tersangka akan segera dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kemudian dilakukan penahanan. “Kasus BPR tuntas, giliran kasus desa Labuhan Lalar dan beberapa kasus desa lainnya akan segera naik penyidikan. Sehingga tidak ada tunggakan di tahun yang akan datang,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sukses di Paskibraka Nasional, Adzan Harus Jadi Motivasi Pemuda NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *