Warga dan Kuasa Hukum Kecewa, Reka Ulang Pembunuhan Linda Digelar Tertutup

Mataram (Lomboknews.my.id) – Polisi mendalami lagi peran tersangka R (22) yang diduga membunuh kekasihnya, Linda Novitasari (23). Mahasiswa ini menjalani reka ulang adegan, Selasa, 25 Agustus 2020. Total 35 adegan diperagakan R tanpa canggung.

R kembali lagi ke rumahnya di Jalan Arofah II No4 BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. Kali ini untuk memeragakan rangkaian peristiwa yang membuat kekasihnya meregang nyawa.

Rekonstruksi dilakukan bersama tim penyidik Polresta Mataram dan jaksa Kejari Mataram. Tampak hadir, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa dan Kasi Pidum Kejari Mataram Pintono Hartoyo.

Pantauan Suara NTB, warga sekitar antusias ingin turut menyaksikan peristiwa menghebohkan satu bulan lalu itu. Tampak juga kakak korban Mei Susanti menyaksikan dari kejauhan. Selain penyidik dan jaksa tidak diperkenankan berada di area rumah.

Peragaan dimulai dari R yang datang ke rumah itu dengan mengendarai Honda VaR warna merah DR 2196 TE. Korban Linda -diperagakan model- menyusul kemudian dengan Honda Beat putih DR 3697 CN. Mereka sempat berbincang di ruang tamu. Lalu masuk ke kamar.

Adegan selanjutnya tidak banyak tampak karena berlangsung tertutup. Beberapa potongan adegannya, antara lain ketika perselisihan antara Linda dan R di halaman parkir rumah. Korban menodongkan mata panah ke arah tersangka R.

Kemudian, adegan ketika R keluar rumah membeli tali tambang warna oranye di Kekalik, Sekarbela, Mataram. Tali itu yang hendak dipakainya untuk menggantung korban. Selain itu, R sempat mengganti nomor ponsel.

R lalu masuk ke rumah mencari cara menaikkan jasad Linda ke ventilasi. Membuat kesan seolah-olah korban bunuh diri. R lalu menyeret kursi sofa ruang tamu sebagai pijakan. Tubuh Linda yang meninggal tercekik lalu digantung. R kemudian bergegas keluar rumah.

Baca Juga:  Operasi Patuh Di Loteng Berakhir, Satlantas Polres Lombok Tengah Tindak 900 Pengendara

Adegan ditutup dengan saksi Titi (22) teman akrab tersangka R dan juga Linda yang datang. Titi orang pertama yang melihat tubuh Linda tergantung di ventilasi penghubung ruang tengah dengan taman belakang rumah. Tubuh Linda lalu dievakuasi.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa yang memimpin langsung rekonstruksi adegan itu menyatakan, R masih merupakan tersangka tunggal pembunuhan Linda.

“Kami sesuai dengan fakta yang ada. Kita tidak berani menduga-duga. Kalau ada petunjuk lain yang bisa jadi acuan, kita akan kembangkan. Untuk sementara ini tidak ada,” terangnya.

Dalam rekan adegan itu pun, sambung dia, R memeragakan adegan menggantung tubuh Linda seorang diri. R memegangi tubuh Linda dengan satu tangan. “Bantuannya kursi sofa. Satu tangan angkat korban, satu tangan lagi untuk menarik tali. Semua sesuai dengan keterangannya dia (R) di berita acara pemeriksaan,” jelas Kadek Adi.

Dia menambahkan, tersangka R memeragakan sebanyak 35 adegan. “Mulai dari tersangka datang ke TKP, membuka pintu, masuk ke dalam kamar, perbuatan pencekikan, menggantung korban, setelah itu selesai,” urainya.

Namun sebagian besar tidak bisa disaksikan khalayak. “Supaya tidak mengganggu proses rekonstruksi. Ini kan ranahnya penyidik. Kami ingin proses baik dan lancar,” terangnya.

Penasihat hukum korban dari BKBH Unram, Yan Mangandar mengutarakan kekecewaannya karena proses rekonstruksi berlangsung tertutup. “Jangan heran kalau setelah ini masih timbul tanda tanya terhadap proses penyidikan kasus ini,” terangnya.

Kekecewaan juga diutarakan Ketua RT 13 Perumahan Royal Mataram Lalu Muhammad Wahidin. Apalagi, dirinya termasuk salah satu orang yang mengurusi upaya evakuasi korban Linda saat ditemukan pada Sabtu, 25 Juli 2020 sore.

“Seharusnya saya diikutkan agar bisa saya jelaskan ke warga saya seperti apa kejadiannya. Kalau sudah begini, saya tidak bisa jelaskan karena saya tadi tidak boleh ikut masuk,” sesalnya.

Baca Juga:  Polisi Beberkan Kronologi Kematiannya, Linda Dibunuh Kekasihnya Sendiri

Dalam kasus ini, tersangka R dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Linda yang lulus seleksi program magister ilmu hukum Unram ini diduga dibunuh pada Kamis petang, 23 Juli 2020 sekitar pukul 08.30 Wita.

Kasus pembunuhan ini dipicu perselisihan antara R dengan korban Linda yang menuntut pertanggungjawaban. Linda mengaku mengandung anak hasil hubungannya dengan R. Hasil otopsi menunjukkan Linda meninggal karena kehabisan oksigen. Serta terindikasi hamil dari kondisi rahimnya yang lebih besar dari ukuran normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *