Warga Terisolir di Timur Sumbawa Tuntut Jalan dan Listrik

Sumbawa Besar (Lomboknews.my.id) – Ratusan massa dari tiga dusun, Sili, Maci dan Panobu desa Mata kecamatan Tarano, di ujung timur berbatasan dengan Dompu, menggelar aksi di Kantor Bupati Sumbawa, Senin, 24 Agustus 2020. Mereka yang selama ini hidup terisolir menuntut pemerintah atas pembangunan akses jalan dan listrik yang belum pernah masuk sejak ketiga dusun itu berdiri.

Setelah berorasi, massa aksi diterima berdialog oleh Sekda Sumbawa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Kabag Pertanahan dan lainnya di depan lobi Kantor Bupati. Perwakilan warga, Muhammad Fauzi, menjelaskan warga rela menempuh jarak 200 kilometer dari ketiga dusun ke Kantor Bupati untuk menuntut hak mereka atas akses jalan dan listrik. “Harapan kami, pembangunan akses jalan, jalan dan jalan saja, karena itu adalah nyawa ekonomi. Kami sudah lama sekali dan capek meminta jalan ini. Akses jalan dan listrik baru sampai ke Tolo’oi. Sementara tiga dusun, Sili Maci dan Panobu sama sekali belum merasakannya,”cetusnya.

Pihaknya juga meminta Pemkab Sumbawa menuntaskan sengketa tapal batas di titik Panobu dengan Pemkab Dompu. Sebab tidak ingin ada konflik antar warga. Makanya, warga dataang langsung ke Kantor Bupati menuntut jalan, listrik dan sengketa perbatasan. Ruas jalan yang mestinya dibangun pemerintah dari Tolo’oi menuju ketiga dusun. “Kami datang hari ini, pemerintah darah serius mendorong agar terealisasi. Apalagi wilayah kami juga memiliki potensi besar dibidang pangan dan pariwisata. Kalau tidak, kami tidak akan berhenti bersuara dan akan datang dengan massa yang lebih besar,”sebut Fauzi.

Kepala Dinas PUPR Sumbawa, H. Rosihan S.T, M,T, menyatakan, ruas jalan yang dituntut oleh warga tiga dusun, tidak masuk dalam status jalan Kabupaten. Sehingga non status. Terhadap hal ini, telah diupayakan melalui DAK Afirmasi dari pemerintah pusat. Kalau lewat APBD sangat sulit, karena tidak masuk dalam status jalan Kabupaten.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2020 Baliho Paslon Bertebaran di Kota Mataram

Sebenarnya ruas jalan Tolo’oi-Maci sepanjang 9,2 Kilometer dan ruas jalan Sili-Maci sepanjang 6,5 kilometer sudah masuk dalam DAK Afirmasi tahun ini bersama sejumlah ruas jalan lainnya. Namun karena keterbatasan  anggaran dari pusat, sehingga yang bisa dikerjakan tahun ini hanya ruas jalan Kota Labangka sepanjang lima kilometer. Dan sudah ditender tinggal pengerjaan. “ Berdasarkan kriteria tenis dan setelah konsultasi teknis dengan pusat, delapan ruas jalan termasuk dua ruas jalan di Sili, Maci dan Panobu sudah masuk dalam DAK afirmasi.  Namun karena keterbatasan anggaran pusat tahun ini, akibat Covid, yang bisa dikerjakan hanya Labangka. Makanya ditahun depan (2021), Sili Maci menjadi perioritas pertama kami. Bahkan bisa dua ruas jalan di wilayah itu masuk,”tegasnya.

Kepada warga, Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf S.E, M.M, menerangkan terhadap semua tuntutan warga, pihaknya akan mengambil langkah koordinasi dengan seluruh OPD terkait. Termasuk dengan instansi vertikal terkait listrik dan masalah perbatasan. Sebab ini juga mneyangkut kewenangan Pusat, provinsi dan Kabupaten. “Akan ada rapat koordinasi lintas OPD dan instasi vertikal yang ada. Untuk membicarakan secara tuntas masalah di ketiga dusun. Hasilnya nanti tenetu akan ada komunikasi lebih lanjut dengan Camat dan Kepala Desa setempat.

Pemkan juga akan turun berkunjung melihat fakta yang ada di lapangan pada September mendatang. Intinya, seperti disampaikan Bupati, kata Usman, Pemkab tidak akan abai terhadap hak hak masyarakatnya. Hanya memang dibutuhkan sedikit kesabaran, doa dan perjuangan secara bersama sama.

Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, MM, juga berjanji akan memprioritaskan penanganan akses jalan di ketiga dusun pada 2021 mendatang. “Insya Allah di 2021, kami jadikan prioritas pertama,” pungkasnya.

Baca Juga:  Menteri PANRB Minta Pemda Batasi Jumlah ASN Masuk Kantor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *