50 Desa di NTB akan Terima 10.000 Ekor Sapi Unggul

Mataram (Lomboknews.my.id) – Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menetapkan NTB sebagai salah satu dari 11 provinsi di Indonesia yang akan mensukseskan program seribu desa sapi. Ada 50 desa di NTB yang akan dibantu 10.000 ekor sapi unggul.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani memastikan, selama program seribu desa sapi ini, NTB diminta mempersiapkan sebanyak 50 desa. Program seribu desa sapi ini akan dimulai akhir tahun ini.

“Sebagai percontohan, akhir tahun ini dilakukan di empat provinsi di Indonesia. NTB salah satu provinsi percontohan. Ada lima desa untuk tahap awal ini. selanjutnya menyusul. Lima desa ditunjuk di Lombok Tengah,’’ ujar Budi, Selasa, 25 Agustus 2020.

Lima desa ini akan diberikan bantuan senilai Rp31 miliar. Dana itu untuk pembelian bibit sapi, pembelian sapi untuk penggemukan. Dan penyediaan sarana prasarana pendukung lainnya. Syarat menjadi desa program seribu desa sapi ini adalah kabupaten yang memiliki Rumah Potong Hewan (RPH), tersedia Hijauan Pakan Ternak (HPT),  terdapat kelembagaan, memiliki SDM untuk paramedis, tersedia petugas Inseminasi Buatan (IB).

‘’Di Lombok Tengah ada areal pakan seluas 240 hektar. Ada juga UMKM yang memproduksi konsentrat ternak sampai 2 ton sebulan. RPH-nya juga ada di Barabali. Pak Gubernur ndak mau gagal program ini, karena ini menjadi percontohan,’’ katanya.

Selain lima desa ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Program seribu desa sapi ini akan massif pelaksanaannya pada 2021 mendatang.

‘’Bantuan ini hibah. Peternak tinggal mengelola saja. sapi yang diberikan sapi – sapi unggulan,’’ katanya.

Baca Juga:  Update Covid 19 21 Oktober 2020, Bertambah 25 Kasus Baru, 42 Pasien Sembuh dan Satu Meninggal

Seperti diketahui, dalam kunjungan Menteri Pertanian RI, Syarhrul Yasin Limpo ke Lombok Tengah dalam rangka panen pedet akhir pekan kemarin,  menteri menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan kemajuan peternakan Indonesia. Khususnya swasembada daging, sehingga secara bertahap dapat dipenuhi sendiri dan tidak lagi ada impor.

NTB merupakan salah satu lokomotif budidaya sapi Indonesia, sehingga peternakan di NTB harus bergerak lebih kuat guna menopang penyediaan daging nasional secara mandiri. Sesuai arahan Presiden Jokowi,  bahwa Indonesia harus mampu mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *