Lombok Barat Butuh Bendungan dan Embung, Mengatasi Kekeringan

Lobar (Lomboknews.my.id) – Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) Mahnan mengatakan penyelesaian bencana kekeringan membutuhkan solusi permanen. ”Kalau kita cuma dropping air, cuma sementara. Beberapa hari bisa habis,” kata Mahnan.

Solusi permanen yang dikatakan Mahnan, berupa pembangunan embung maupun bendungan untuk wilayah yang terdampak kekeringan. Seperti di Bendungan Meninting, Kecamatan Batulayar. Yang bisa mengcover kebutuhan air untuk Lobar bagian utara.

Kata Mahnan, wilayah kekeringan di Lobar rata-rata berada di perbukitan. Sehingga tidak mungkin juga dilakukan pemasangan instalasi air bersih dari PDAM. ”Sulit untuk dijangkau. Medannya rata-rata di bukit,” ujarnya.

Upaya mengatasi kekeringan dari BPBD, sejauh ini hanya dengan dropping air bersih. Selain itu, BPBD juga membuat sumur bor. Mahnan mengatakan, keberadaan sumur bor bisa lebih banyak membantu masyarakat.

Hanya saja, BPBD menemui kendala untuk penyediaan sumur bor. Anggaran untuk pembangunannya tidak maksimal. Hanya Rp200 juta untuk sumur bor dan instalasinya. Dana tersebut diperoleh dari aspirasi anggota DPRD Lobar.

”Itu juga kedalamannya tidak lebih dari 100 meter,” tutur Mahnan.

Padahal, jika melihat dari letak geografis, kebanyakan wilayah kekeringan berada di bukit dan gunung. Sehingga kedalaman sumur bor harus di atas 100 meter. ”Kebutuhan kita banyak sebenarnya. Cuma sumur bor dari BPBD, yang kita buat, itu tidak lebih dari dua setiap tahunnya,” katanya.

Mengenai kebutuhan anggaran untuk bencana kekeringan, Mahnan mengatakan, sudah masuk dalam belanja tidak terduga (BTT). Sebelum pandemi covid, anggaran tak darurat mencapai Rp3 miliar.

”Tapi ini nanti bakal dibagi lagi dengan covid juga kan. Kita akan konsultasikan dengan BPKAD soal itu,” imbuh Mahnan.

Berdasarkan pemetaan tahun sebelumnya, bencana kekeringan di Lobar berada di enam kecamatan. Antara lain, enam desa di Kecamatan Lembar; enam desa di Kecamatan Sekotong; lima desa di Kecamatan Batulayar; tiga desa di Kecamatan Kuripan; tiga desa di Kecamatan Gerung; dan satu desa di Kecamatan Gunungsari. 

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Gagas Agro-Solution di NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *