718.817 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan di NTB

Mataram (Lomboknews.my.id) – Dampak kekeringan yang semakin meluas sangat dirasakan di sembilan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Terdapat 718.817 ribu jiwa masyarakat terdampak kekeringan di NTB. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ibrahim Kurniawan melaporakan sembilan kabupaten/kota yang sudah menetapkan status siaga darurat yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Lombok Utara. Daerah-daerah ini tengah menghadapi puncak musim kemarau. “Sampai dengan 26 Agustus 2020 sebanyak sembilan kabupaten/kota di NTB yang telah menetapkan menetapkan status siaga darurat kekeringan di NTB,”katanya menyampaikan update terbaru kekeringan di NTB, Rabu (26/9/2020).

Penetapan status siaga darurat ini dengan melibatkan BMKG, melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat dan kondisi meteorologi serta klimatologi di wilayahnya akibat musim kemarau tahun 2020. Status siaga darurat kekeringan di masing-masing kabupaten/kota ini menjadi dasar diterbitkannya status siaga darurat kekeringan Provinsi NTB oleh gubernur pada bulan Agustus.

Dijelaskan Ibrahim,hingga saat ini, terjadi penambahan desa dan kecamatan yang mengalami kekeringan. Dari sembilan kabupaten/kota tercatat ada 76 kecamatan dan 353 desa yang telah merasakan dampak kekeringan. Tercatat ada 203. 879 ribu kepala keluarga (KK) atau 718. 817 ribu jiwa yang merasakan dampaknya. Bahkan beberapa desa yang dilaporkan telah terjadi kelanggan air bersih. “Ya ada penambahan, letaknya di Lombok Timur. Dampak kekeringan semakin meluas kepada masyarakat, hingga saat ini sudah mencapai 718. 817 ribu jiwa yang merasakan dampak kekeringan,”ujarnya.

Pemerintah kabupaten/kota saat ini, lanjutnya sedang berupaya untuk melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak. Kemudian beberapa upaya juga dilakukan baik BPBD Provinsi NTB dan BPBD kabupaten/kota. Diantaranya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral dengan BMKG, kemudian telah melakukan inventarisasi data warga terdampak kekeringan. “BPBD Provinsi NTB juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota serta BMKG terkait perkembangan bencana kekeringan,”sambungnya.

Baca Juga:  4 Maling ditangkap Polres Lombok Timur, Setelah Merampok Anak Kost di Anjani

Ia juga menyampaikan peringatan dini kekeringan meteologis dasarian III Agustus 2020Juli 2020 (20 Agustus 2020) berdasarkan sumber dari BMKG, terkait waspada potensi kekeringan di daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) > 60 hari untuk di beberapa wilayah Kabupaten Dompu (Hu’u, Kilo, Manggalewa, Pajo), Bima (Bolo, Madapangga, Soromandi), Sumbawa (Batulanteh, Buer, Lape, Moyo Utara, Moyo Hilir, Utan, Orong telu, Plampang,Terano), dan Kabupaten Lombok Timur (Sambelia dan Jerowaru). Daerah dengan Hari Tanpa Hujan 31 – 60 hari untuk di beberapa wilayah Kabupaten Lombok Utara (Bayan), Dompu (Pekat), Bima ( Donggo, Lambitu, Palibelo, Parado, Woha), Lombok Timur (Montong Gading, Sikur, Suela). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *