Bantuan PKH Seumur Hidup Dari Menteri

Loteng (Lomboknews.my.id) – Berkah diterima Muzakir (21), pria kerdil asal Desa Sintung, Kecamatan Pringgarate, Lombok Tengah. Ia mendapat bantuan dari Menterian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK),   Muhadjir Effendy, Kamis (27/8).  Bantuan berupa Program  Keluarga Harapan (PKH).

Tidak tanggung tanggung, Menteri memberikan bantuan PKH seumur hidup kepada pria  dengan tinggi tubuh 65 Cm dan berat badan 10 kg itu.

Bantuan itu dijanjikan saat Menteri PMK melakukan kunjungan kerja di rumah Adat Sade, Desa Rambitan dalam rangka kampaye gerakkan pemakaian Masker siang tadi.

Kepala Desa Sintung, Herman mengatakan, bahwa proses bantuan PKH yang diberikan itu saat ini sedang dalam proses administrasi, karena ada beberapa data di Kartu Keluarga (KK) Muzakir   yang sedang diperbaiki di Desa.

Alhamdulillah, Muzakir diberikan bantuan PKH seumur Hidup. Setelah syarat Administrasi selesai baru kita akan ajukan kepada Kementerian Sosial,” ujar Herman selesai bertemu Menteri di acara tersebut.

Sebelumnya diberitakan,  seorang pria bernama Muzakir (21) warga Dusun Pidende Desa Sintung memiliki Postur tubuh kurang normal bila dibandingkan dengan pria dewasa normal lainnya. Muzakir yang merupakan anak dari pasangan suami Istri Junaidi (48) dan Murah (47) itu memiliki tinggi badan 65 cm dan berat badan 10 kg.

“Muzakir lahir pada Bulan Maret Tahun 1999 atau setelah Hari Raya Idul Adha dan umurnya saat ini telah 21 Tahun,” ujar Kakek Muzakir,   Giman.

Dikatakan, saat ibunya melahirkan Muzakir, Ibunya lumpuh selama dua Tahun dan baru menikah dengan pria lain ke wilayah Desa Sepakek. Pada saat balita dulu, pernah dibawa ke Dokter untuk di obati, namun tetap pertumbuhan tubuhnya mengalami keterlambatan.

Baca Juga:  Gubernur Zulkieflimansyah Dinobatkan sebagai Keluarga Besar Datoq Lopan

“Dia tidak bisa bicara, hanya bisa tertawa dan menangis,” katanya.

Muzakir saat ini dirawat oleh dirinya bersama bibiknya setelah Neneknya meninggal dunia dan Ibunya menikah kembali dengan orang lain. Sedangkan Ayahnya tidak pernah pulang, setelah ditinggal meratau saat umur 2 bulan dalam kandungan pada Tahun 1998.

“Dia ditinggalkan oleh ayahnya sejak umur dua bulan dalam kandungan. Kalau ibunya saat ini tetap datanh untuk melihat kondisinya,” pungkasnya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *