Lubang Gua Peninggalan Jepang Tahun 1943 Ditemukan di Kota Bima

Kota Bima (Lomboknews.my.id) – Puluhan lubang gua yang diprakirakan bekas peninggalan Nippon (Jepang) pada saat menjajah Indonesia sekitar Tahun 1943, ditemukan di Kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima.

Sedikitnya terdapat 43 lubang gua di lokasi tersebut. Puluhan lubang gua itu diprakirakan dijadikan gudang penyimpananan senjata, benteng pertahanan hingga tempat persembunyian tentara Jepang dari kejaran musuh.Iklan

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima, Yuliana, S. Sos, mengaku pihaknya sudah meninjau gua tersebut. Bahkan berencana akan mendatangkan tim Arkeologi untuk meneliti keberadaan gua tersebut dalam waktu dekat.

“Kabarnya gua ini bekas peninggalan Jepang. Tapi untuk lebih jelasnya kita akan datangkan tim Arkeolog untuk melakukan penelitian,” katanya, Selasa, 25 Agustus 2020.

Menurutnya gua tersebut kedepan akan ditata dan dikembangkan menjadi salahsatu obyek destinasi wisata sejarah di Kota Bima. Dalam penataan dan pengembangan Dispar akan bekerjasama dengan Kelompok Pemuda Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Jatibaru Timur. “Kedepan akan ditata dan dikembangkan bersama dengan Pokdarwis Kelurahan setempat,” katanya.

Yuliana mengaku, keberadaan gua tersebut menjadi perhatian dan didukung penuh oleh pihaknya, karena syarat akan nilai sejarah. Apalagi saat ini Kota Bima sedang mendata potensi wisata yang akan dikembangkan.

“Akan kita dukung penuh, gua ini akan menjadi ikon wisata sejarah di Kota Bima, yang selama ini lebih dikenal obyek wisata pantai, laut dan kuliner,” katanya. Yuliana menambahkan untuk pengembangan dan penataan potensi wisata itu, Dispar juga akan berkolaborasi dengan OPD lain, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian (Distan).

“Pengembangan wisata merupakan salahsatu visi-misi Pemerintah Kota Bima untuk menciptakan 10 ribu lapangan pekerjaan. Karena adanya tempat wisata, usaha kecil tumbuh,” pungkasnya.

Baca Juga:  Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *