Gencarkan Razia Penggunaan Masker Di Lombok Timur

Lotim (Lomboknews.my.id) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19  gencar melakukan razia terhadap masyarakat  yang tidak menggunakan masker. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Razia tersebut dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat menghadapi Perda yang akan diberlakukan efektif pada 14 September mendatang. “Tujuan dari razia bukan pada dendanya. Tapi mendidik masyarakat untuk menggunakan masker secara massif,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, Kamis, 27 Agustus 2020.

Pada razia di lapangan, gugus tugas tergabung dalam tim gabungan dari unsur kepolisian dan TNI menggelar razia wajib masker masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker dan abai terhadap protokol kesehatan. Itupun menjadi incaran petugas dan diberikan sanksi yang mendidik berupa push up dan wawasan kebangsaan.

“Kita baru terapkan di jalan raya dan di pasar. Ke depan kita akan sasar tempat-tempat keramaian lainnya berupa destinasi wisata,” terang Sekda Lotim ini.

Berdasarkan Perda Provinsi NTB, tentang penanggulangan penyakit menular, maka masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker. Apabila melanggar maka akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 ribu yang akan diberlakukan 14 September mendatang. Dalam penegakan Perda ini beriringan dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB.

Maka dari itu, razia yang dilakukan ini akan terus dilakukan sebagai wadah sosialisasi peningkatan kedisiplinan masyarakat sebelum diberlakukan denda Rp100 ribu sekitar dua minggu ke depan. Meksipun pada dasarnya pemberian denda ini bukanlah tujuan pemerintah. Melainkan lebih kepada upaya peningkatan kedisiplinan masyarakat sebagai Alat Pelindung Diri (APD) penularan Covid-19 terutama ketika keluar rumah.

Baca Juga:  Ibu Kandung Linda Menuntut Keadilan, Polisi Siapkan Pasal Pembunuhan

Sementara dalam grafik perkembangan kasus Covid-19 Lotim pertanggal 27 Agustus 2020, masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 282 orang, sembuh 224 orang, meninggal dunia 14 orang dan masih isolasi 44 orang. Untuk yang terkonfirmasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yaitu di Kecamatan Aikmel 4 orang, Pringgasela 1 orang, Masbagik 4 orang, Montong Gading 1 orang.

Selanjutnya di Kecamatan Sikur 4 orang, Terara 1 orang, Sukamulia 1 orang, Sakra 3 orang, Sakra Barat 3 orang. Di Kecamatan Pringgabaya 2 orang, Wanasaba 5 orang, Lenek 1 orang, Suralaga 2 orang, Selong 11 orang dan Kecamatan Keruak 1 orang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *