Luas Lahan di Sumbawa Barat Bakal Gagal Panen Terus Bertambah

Sumbawa Barat (Lomboknews.my.id) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa Barat, menyebutkan jumlah lahan tanaman padi yang dinyatakan gagal panen (Puso) di musim tanam kedua terus bertambah. Dari data awal 309 hektar sekarang bertambah menjadi 337,59 hektar dengan usia padi berkisar antara 90-105 hari.

“Kami prediksi lahan pertanian yang mengalami gagal panen akan terus bertambah karena pasokan air yang terbatas,” ungkap Kadistan kepada Suara NTB melalui Kabid Tanaman Pangan Syaiful Ulum SP, Jumat, 28 Agustus 2020. Penambahan angka ini berasal dari kecamatan Taliwang sebanyak 26,59 hektar dan Brang Ene dengan luas lahan 2 hektar.

Kemarau panjang serta tidak adanya sumber mata air yang bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk mengairi lahan mereka menjadi faktor utama. Sehingga ratusan hektar lahan tidak bisa diselamatkan, apalagi daerah-daerah yang dinyatakan Puso saat ini rata-rata bersifat tadah hujan. Bahkan bantuan mesin air yang sudah didistribusikan ke petani juga tidak bisa maksimal, karena tidak ada sumber mata air. Termasuk lahan pertanian di kelurahan Menala juga dilaporkan akan mengalami puso karena tidak ada air.

“Rata-rata lahan yang puso ini jauh dari sumber air sehingga kesulitan untuk diselamatkan. Kalaupun kami bantu dengan mesin air tidak akan bisa maksimal karena sumber airnya tidak tersedia,” sebutnya.

Diakuinya memamg masalah terbesar yang dihadapi para petani saat ini yakni minimnya sumber mata air. Pihaknya juga belum bisa optimal membantu dengan menyediakan sumber mata air,  baik itu sumur bor dalam maupun sumber air permukaan. Terpangkasnya sejumlah anggaran menjadi masalah utama sehingga belum bisa ditangani maksimal. Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan pola lain membantu petani yakni dengan program AUTP.

Baca Juga:  Haerudin dan Sapar Ditangkap Setelah Mencuri Kotak Amal

“Masalah kekeringan yang terjadi saat ini sudah menjadi masalah klasik tetapi belum maksimal kita tangani. Makanya kami siapkan program AUTP untuk membantu petani sehingga kerugian akibat musim kemarau bisa diminimalisir,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *