ITDC Siapkan Lahan 2,5 Hektare, Relokasi Warga Terdampak Pembangunan KEK Mandalika

Loteng (Lomboknews.my.id) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Developmment Corporation (ITDC) telah menyiapkan lahan seluar 2,5 hektare di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Lahan ini sebagai tempat relokasi sementara bagi warga yang mendiami lahan di kawasan The Mandalika.

‘’Lahan yang disiapkan untuk hunian sementara seluas lebih kurang 2,5 hektare ini berada di HPL 94 milik ITDC di Desa Mertak,’’ ungkap Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, dalam keteranganya, Senin, 31 Agustus 2020. Total warga yang harus direlokasi sebanyak 121 kepala keluarga (KK) dengan status pinjam pakai oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Saat ini, ITDC tengah melakukan perataan lahan. Termasuk membangunkan sejumlah fasilitas penunjang, terutama jalan di lahan tempat relokasi tersebut.

Dikatakan, lahan tersebut dipersiapkan bagi warga yang selama ini menempati area di sekitar Jalan Khusus Kawasan (JKK) The Mandalika. Namun terbukti tidak memiliki surat kepemilikan tanah yang sah sesuai hasil verifikasi tim tanah Forkompinda yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur NTB. Nantinya, JKK tersebut akan dijadikan lokasi gelaran balap MotoGP. Termasuk beberapa event olahraga lainya, seperti triathlon, maraton, karnaval dan event lainnya.

“Di lokasi hunian sementara ini masing-masing KK akan menempati kavling seluas lebih kurang 100 meter persegi untuk digunakan sebagai tempat tinggal,’’ jelas Wirawan.

Selain meminjamkan lahan, ITDC juga akan menyiapkan infrastruktur dasar lengkap. Mulai sumur, jalan akses, listrik, PJU, toilet, tempat sampah, drainase, sanitasi hingga kandang komunal. Sehingga layak dan siap digunakan oleh masyarakat yang direlokasi.

Proses penyiapan infrastruktur dasar relokasi sementara ini diperkirakan akan selesai pada pertengahan September 2020 mendatang. Seluruh kegiatan penyiapan infrastruktur dasar bagi lokasi relokasi sementara bagi warga tersebut ini merupakan bagian dari program MUTIP-AIIB.

Baca Juga:  Gubernur NTB: Serahkan 125 Sertifikat Tanah Wakaf di Lombok Tengah

‘’Relokasi warga ini merupakan salah satu bentuk kepedulian ITDC dalam melaksanakan pengembangan The Mandalika khususnya penyelesaian permasalahan lahan dengan tetap memperhatikan hak dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan relokasi ini dilaksanakan atas persetujuan warga yang akan direlokasi. Mereka akan tinggal di hunian sementara ini hingga hunian tetap bagi mereka telah tersedia dan layak huni,’’ tandasnya.

Sesuai hasil verifikasi Dinas PUPR Loteng, dari 121 KK yang akan direlokasi, 67 KK merupakan warga Dusun Ebunut dan 54 KK dari Dusun Ujung Lauk Desa Kuta. Dari jumlah tersebut, saat ini tercatat sebanyak 85 KK telah pindah dari lokasi semula. Dengan 61 KK telah membuat kavling dan 24 KK memilih tinggal di tempat lain. Sisanya masih menempati lahan di sekitar JKK/Dusun Ujung dan Ebunut.

Rencananya, seluruh warga yang direlokasi tersebut akan ditempatkan di relokasi permanen atau hunian tetap seluas 2 hektare di Dusun Ngolang, Desa Kuta, setelah lokasi tersebut siap. ‘’Pembangunan hunian permanen ini akan dilaksanakan oleh Pemkab Loteng dibantu oleh Kementerian PUPR melalui Satuan Non Vertikal Permukiman NTB untuk pembangunan hunian pariwisata permanen,’’ tambahnya.

Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesadaran warga yang menempati lahan untuk menghormati hukum yang berlaku. Sehingga secara sukarela mau direlokasi di tempat baru. Pihak ITDC berharap dengan adanya relokasi ke tempat yang baru, warga dapat tetap hidup dan melaksanakan aktivitas dengan lebih nyaman. Sekaligus dapat mempercepat proses pembangunan di The Mandalika.

‘’Ini merupakan bukti komitmen ITDC sebagai BUMN untuk mengembangkan The Mandalika dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, mendorong peningkatan kesejahteraan warga sekitar dan membawa multiplier effect yang besar bagi perekonomian NTB,’’ tutup Wirawan.

Baca Juga:  Gubernur NTB Tegaskan Anak Muda Jadi Aktor Penting Kemajuan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *