Lombok Tengah akan kembangkan Sapi Amerika

Loteng (Lomboknews.my.id) –Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) rencananya akan mengembangkan program bantuan sapi jenis Brahman. Program yang digagas Kementrian Pertanian RI dikembangkan di tiga Kecamatan. Sapi ini diketahui ras sapi Zebu atau Boss Indiscuss, berkembang di Amerika tahun 1849. Nama latinnya, Bos Taurus Indicus.

“Untuk saat ini kita fokuskan di tiga kecamatan, yakni Pujut, Praya Timur dan Kecamatan Praya Tengah,” ujar Kepala Distanak Lombok Tengah, Lalu Iskandar kepada wartawan di kantornya, Jum’at (4/9).

Pengembangan di tiga kecamatan itu dengan berbagi pertimbangan. Seperti, melihat kondisi  wilayahnya yang dinilai cocok untuk mengembangkan Sapi Brahman. Apalagi, sapi  jenis ini memiliki ukuran tubuh yang  besar.

“Selain itu dari sisi ketersediaan lahan untuk kandang, serta pakan sudah ada,” ujarnya.

Oleh sebab itu, desa yang akan mendapatkan bantuan ini memiliki kereteria khusus. Dimana desa yang akan dapat harus memiliki sumber pakan yang jelas. Terlebih sapi jenis Brahman ini butuh banyak pakan. Maka tentu para petani juga harus siap untuk memenuhi kebutuhan sapi tersebut.

“Selain itu, kelompok masyarakat juga harus siap membangun kandang dan masyarakat harus siapkan tanah untuk lokasi pembangunan kandang. Karena lokasi kandang akan dikerjakan secara komunal atau kolektif,” terangnya.

Labih lanjut ia mengatakan, untuk kandang akan membutuhkan lahan sekitar 40 sampai 50 are. Selanjutnya, pola pemeliharaannya akan bergulir, karena ini sapi pembibitan dan yang datang adalah sapi indukan.

Jika populasi berkembang, maka bisa bergulir ke Kecamatan lain, terutama daerah kawasan penyangga Mandalika.

“Dari tiga kecamatan itu akan dibagi ke lima desa setiap kecamatan. Masing-masing desa akan dikembangkan sebanyak 200 ekor sapi. Masing- masing kandang akan diisi 50 ekor. Sehingga, masing- masing desa bisa terdiri dari empat kelompok,” terangnya. “Bantuan ini kemungkinan akan disalurkan bulan ini (September),” katanya. 

Baca Juga:  500 Marbot Masjid di Lombok Tengah belum terima Sembako Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *