Masih Disanksi Teguran Pelanggar Protokol Kesehatan

Mataram (Lomboknews.my.id) – Perda Provinsi NTB No7/2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular sudah diundangkan. Regulasi yang mengatur sanksi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini baru tahap sosialiasi. Sanksi tegas niscaya bakal diterapkan. “Dalam sosialisasi ini juga kita berikan teguran lisan bagi yang melanggar,” terang Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo saat memimpin kegiatan tersebut Jumat, 4 September 2020 di Gerung, Lombok Barat.

Mereka yang banyak ditegur itu antara lain yang abai menggunakan masker. Selain ditegur, sambung Bagus, warga abai juga diberi bantuan masker. “Kita beri penekanan sanksi tegas akan mulai diterapkan 14 September nanti,” imbuhnya. Polres Lombok Barat menyasar empat titik, antara lain pengendara di Bundaran Giri Menang Square Gerung; pedagang dan pembeli di Pasar Gerung dan Pasar Kediri, serta pengendara yang melalui Simpang Tiga Rumak Kediri.

Bagus mengatakan, sosialisasi sudah masif digelar. Rutin sepanjang akhir pekan, sosialisasi diketatkan di kawasan wisata Senggigi. Pengusaha hiburan malam dipastikan harus memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kita harap semua bisa konsisten,” terangnya.

Pasal 25 Perda tersebut mengatur sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan denda paling banyak Rp500 ribu dan sanksi sosial.  Sanksi diberikan bagi pelanggar ketentuan pasal 17 huruf d yang bunyinya kewajiban setiap orang berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah terkait dengan protokol Penanggulangan Penyakit Menular.

Baca Juga:  Pilkada Loteng, Partai Golkar Putuskan Usung Pasangan Pathul-Nursiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *