Panselnas Umumkan Hasil SKB CPNS Akhir Oktober

Mataram (Lomboknews.my.id) – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB telah berlangsung sejak 3 – 9 September 2020. Namun ada waktu tambahan selama sehari, Kamis, 10 September 2020, untuk satu pelamar atau peserta SKB yang sebelumnya positif Covid-19.

Selama tujuh hari pelaksanaan SKB CPNS Pemprov NTB, tercatat 21 pelamar yang menyia-nyiakan kesempatan menjadi PNS. Karena mereka tidak hadir dalam pelaksanaan SKB sesuai dengan jadwal yang ada.

Sedangkan pelamar yang dinyatakan reaktif Covid-19, sejak hari pertama sampai hari ketujuh sebanyak 30 orang. Namun, kata Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir, semua pelamar yang reaktif diperbolehkan ikut SKB setelah mendapatkan rekomendasi dari tim medis yang disiagakan di lokasi tes.

‘’ Ada 21 orang yang menyia-nyiakan kesempatan. Ke-21 orang yang tidak hadir. Sedangkan yang reaktif 30 orang,’’ sebut Nasir dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 9 September 2020 sore.

BKD NTB mencatat seharusnya 818 pelamar yang ikut SKB di NTB. Tetapi yang hadir sebanyak 797 orang ditambah satu orang yang akan ikut ujian susulan Kamis (10/9) hari ini. Sedangkan 21 pelamar yang tidak hadir mengikuti SKB. Sementara, 124 pelamar lainnya mengikuti SKB di luar daerah.

Nasir mengatakan, setelah SKB selesai, maka Panselnas akan mengolah data hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan SKB. Pelamar yang memperoleh hasil nilai integrasi SKD dan SKB tertinggi pada setiap formasi yang nantinya akan lolos menjadi PNS.

Dikatakan, Panselnas akan mengumumkan hasil SKB pada akhir Oktober mendatang. ’’Pengumuman minggu ketiga dan keempat  Oktober. Nanti Panselnas yang mengolah datanya. Kemudian akhir Oktober pengumuman secara resmi,’’ jelasnya.

Nasir menambahkan, pelaksanaan SKB secara nasional akan berakhir 12 Oktober mendatang. Untuk peserta SKB sebanyak 124 orang yang ujian di luar daerah, belum diketahui nilainya. Karena pelaksanaan tes di luar daerah tidak bersamaan.

Baca Juga:  Fasilitas Umum Masih Jadi Kendala di Kawasan Pusuk Sembalun

Berdasarkan data BKD NTB, hingga pelaksanaan hari ke tujuh,  sebanyak 21 pelamar tak menghadiri SKB. Sehingga otomatis 21  pelamar tersebut dinyatakan langsung gugur. Pada pelaksanaan tes SKB hari ke tujuh dan ke enam, masing-masing sebanyak satu pelamar yang tidak hadir. Kemudian hari ke lima sebanyak 4 orang, hari ke empat 7 orang, hari ke tiga 2 orang, hari ke dua dan pertama masing-masing tiga orang.

Sedangkan pelamar yang dinyatakan reaktif Covid-19 sebanyak 30 orang. Pada hari ke tujuh dan ke enam pelaksanaan SKB, masing-masing sebanyak  3 pelamar yang reaktif Covid-19. Sementara, sejak hari pertama sampai ke lima, sebanyak 24 pelamar yang reaktif Covid-19.

Pada hari ke lima, pelamar  yang reaktif Covid-19 sebanyak tujuh orang. Sedangkan  pada hari pertama hingga hari ke empat, jumlah peserta yang reaktif Covid-19 sebanyak 17 orang.

Sebanyak empat orang pada pelaksanaan SKB hari ketiga dan 8 orang pada hari ke empat. Sedangkan pada hari pertama dan kedua ditemukan sebanyak lima peserta SKB yang reaktif Covid-19 dan satu orang positif Covid-19. Sementara satu pelamar yang positif Covid-19, dijadwalkan mengikuti SKB pada Kamis (10/9) atau H+1 pelaksanaan SKB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *