Lama Terbengkalai Pulau Kecil di Lobar Diduga Dikuasai Perorangan hingga Perusahaan

Lobar (Lomboknews.my.id) – Kasus dugaan penjualan Gili atau pulau kecil di kawasan Sekotong kembali mencuat. Sebelumnya tahun 2015, Gili Poh diduga dijual. Kali ini Gili Tangkong yang terletak di Desa Sekotong Barat diduga djual dan ditawarkan melalui website.  Sejauh ini pengelolaan gili-gili ini tidak jelas, lantaran sekian lama masih terbengkalai. Pihak desa berharap gili-gili ini segera dibangun agar memberi efek terhadap masyarakat.

Kepala Desa Sekotong Barat, Saharudin mengatakan pihaknya tidak tahu terkait dugaan penjualan Gili Tangkong, karena selama ini pihak desa tidak pernah diajak koordinasi terkait pengelolaan gili tersebut. “Kami belum tahu itu (dugaan penjualan) karena memang dari dulu desa tidak pernah dilibatkan,”terang Saharudin, Selasa, 8 September 2020.

Hanya beberapa bulan lalu, kata dia, pihak desa dipanggil oleh Bagian Aset BPKAD NTB menyangkut lahan di Gili Tangkong. Di lahan Gili Tangkong ini jelas dia, ada beberapa pihak yang memiliki lahan di sana. Di antaranya ada perusahaan, milik pribadi dan sebagian aset daerah. Sampai saat ini lahan di Gili ini masih terbengkalai, artinya belum dibangun oleh perusahaan. Tiga-empat  tahun lalu aku dia, pihak desa mengumpulkan dusun terkait rencana pihak perusahaan yang mau membangun di sana. Hanya saja sampai sekarang tidak dibangun-bangun. “Belum ada sama sekali yang menggarap sampai saat ini, di sana hanya tinggal penunggu aset pemda,”jelas dia.

Disebutkan, selain Gili Tangkong ada juga beberapa Gili yang masuk di daerahnya, seperti Gili Poh, Gili Sudak. Hanya beberapa gili yang sudah digarap, itupun sebagian seperti Gili Nanggu, Gili Sudak. Sedangkan Gili Poh dan Gili Tangkong belum digarap sama sekali. “Lama sekali terbengkalai,”tegas dia. Gili-gili ini pun banyak pemiliknya, baik perusahaan maupun perorangan.

Baca Juga:  Mantan Rektor Universitas Mataram, Prof. Sunarpi Meninggal Dunia

Bahkan, aku dia, di salah satu Gili ada diterbitkan sertifikat atas nama pribadi. “Ada terbit sertifikat atas nama pribadi juga,”aku dia.

Dengan kondisi terbengkalainya gili-gili ini, tidak memberikan efek bagi masyarakat.  Harapannya agar lahan gili ini segera dibangun baik oleh pemilik maupun pemda agar masyarakat bisa bekerja. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *