Sejumlah Kawasan Strategis Dihapus, Rancangan Baru RTRW NTB

Mataram (Lomboknews.my.id) – Pemprov NTB mencabut Perda No. 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan mengajukan Raperda yang baru ke DPRD NTB. Pencabutan Perda No. 3 Tahun 2010 tersebut lantaran perubahan substansi di atas 20 persen dalam revisi Perda yang diajukan ke Dewan.

Dalam draf Raperda RTRW NTB yang baru, sejumlah Kawasan Strategis Provinsi (KSP) ada yang dihapus dan digabung. ‘’Secara substansi,  perubahan lebih dari 20 persen, maka Perda  harus dicabut. Ini pencabutan, ini Raperda baru 2020 – 2040 (diajukan),’’ ujar Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 10 September 2020.

Dalam Perda No. 3 Tahun 2010, ada 12 KSP di NTB. Yaitu, Kawasan Senggigi – Tiga Gili, Kawasan Agropolitan Rasimas, Kawasan Kuta, Kawasan Agro Industri Pototano, Kawasan Agropolitan Alas – Utan, Kawasan Lingkar Tambang Batu Hijau Dodorinti. Kemudian, Kawasan Teluk Saleh, Kawasan Agropolitan Manggelewa, Kawasan Hu’u, Kawasan Teluk Bima dan Kawasan Waworada – Sape.

Dalam Raperda RTRW NTB yang sedang dibahas bersama DPRD NTB, ada penggabungan sejumlah KSP ekonomi. Yaitu, penggabungan KSP Mataram Raya, Senggigi dan tiga gili, KSP Pototano dan Alas Utan, Penghapusan KSP Agropolitan Sakra, Sikur dan Masbagik (Rasimas).

Kemudian ada KSP Agropolitan Manggalewa, Perluasan KSP Samota, Teluk Cempi dan Industri Terpadu Maluk Sumbawa Barat (ITMS) untuk  mendorong pengembangan ekonomi wilayah. Untuk KSP lingkungan meliputi, penghapusan KSP Pulau Sangiang karena merupakan kawasan hutan kewenangan pemerintah pusat.

Amry menjelaskan penghapusan dan penggabungan sejumlah KSP dilakukan dengan pertimbangan lingkungan dan ekonomi. “Pertimbangan ekonomi, kalau kita kembangkan kawasan itu bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian NTB secara keseluruhan, bukan saja kabupaten itu. Tapi juga berdampak terhadap yang lainnya sesuai potensi dan keunggulannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Polsek Pringgabaya Sita 80 Botol Miras Tradisional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *